Coppa Time

This is Coppa Italia time.

Setelah musim lalu menjadi finalis, namun harus puas dengan posisi runner up setelah ditaklukkan pasukan naples… musim ini Coppa Italia kembali menjadi ajang yang diikuti Bianconerri selain serie A dan UCL. Pertandingan pertama, Juventus sukses menghentikan langkah Cagliari dnegan skor tipis 1-0. Cukup satu gol, Juventus akan menunggu lawan mereka perempat final. Bisa AC Milan atau Regina. Juventus yang merupakan jawara serie A cukup memulai Coppa Italia di ronde ke 5 dengan melawan Cagliari.

Hasilnya seperti biasa, Juventus mendominasi jalannya pertandingan namun kesulitan mencetak angka. Seperti baisa pula hingga peluit babak pertama dibunyikan, skor masihlah kacamata. Adalah Sebastian Giovinco yang kemudian mencetak skor untuk Juventus dan menjadi satu-satunya gol di pertandingan ini.

Sayangnya kemenangan di kompetisi kasta dua ini harus dibayar mahal dengan cideranya king Artur 😦 Belum ada berita tentang separah apakah cidera Arturo. Namun pastinya baik pihak club maupun suporter (Saya) berharap bahwa cidera Vidal tidak terlalu parah, sehingga bisa kembali tampil di lanjutan pentas serie A plus gempitanya UCL. So… get well soon, King Artur!

Menuju Kick Off

Menuju Kick Off

Seba

Seba

REEETTTEEEEEEE

REEETTTEEEEEEE

Curahan Hati Pak Bos!

Pagi hari sebelum bekerja.

Tiba-tiba saja semua writer staff dikumpulkan jadi satu di ruang meeting. Sesuai kasak-kusuk yang saya dengar sebelumnya, si bos besar hendak mendengarkan masukan dan kritik dan saran dari semua pekerjanya. Karena itulah, berbagai uneg-uneg sudah saya siapkan. Bukan untukmengeluh loh ya, melainkan memberikan saran kepada si bos demi kenyamanan saya dan teman-teman dalam menunaikan tugas plus meningkatkan kinerja dari sebelumnya.

Tapi kemudian… uneg-uneg tersebut harus tersimpan rapat di dalam tempurung kepala saya lantaran meet and great dengan si bos kali ini sama sekali bukan forum untuk meluncurkan saran, kritik, serta uneg-uneg, melainkan sebuah monolog dari bos tentang kisah hidupnya yang menurut beliau mengenaskan.

Jadi, pagi ini hari saya diawali dengan mendengarkan cerita dari si bos. Tentang beliau yang tak bisa mengaji karena dibesarkan di keluarga katolik. Tentang beliau yang selalu menunggak uang sekolah. Tentang beliau yang hampir mati karena penyakit yang sangat parah. Tentang beliau yang jatuh cinta pada istrinya sejak pandangan pertama. Tentang beliau yang kemudian memiliki anak lima.

Cerita tersebut berlangsung selama satu jam lebih 15 menit.

Si bos sendiri mengatakan bahwa niatnya menceritakan kisah tersebut adalah untuk berbagi motivasi kepada karyawannya supaya selalu percaya akan kuasaNya dan tidak menyerah akan segala ujian yang diberikan olehNya.

Tapi sejujurnya saya masih belum bisa mengetahui bagian mana dari cerita yang si bos tuturkan yang bisa saya jadikan motivasi. So sorry bos 🙂 Tapi beneran bingung harus termotivasi dari mananya dan supaya apa?! Jadi, saya anggap saja bahwa tuturan tadi pagi itu sebagai curahan hati si bos kepada anak buahnya. Sebagai bukti pula bahwa seorang bos pun butuh curhat 🙂

Kalau memang harus ada pelajaran yang dipetik adalah rasa syukur karena saya dilahirkan pada kondisi yang jauh lebih baik. Sebagai peningkat syukur padaNya saja 😉

Chatting Dengan CS

Baru saja mendengarkan promosi dari customer service salah satu bank BUMN yang ada di Indonesia. Agak geli sebenarnya. Bukan karena si CS ngelitikin atau bercanda. Hanya saja ekspresi yang dikeluarkannya itu seakan-akan saya adalah nasabah cupu yang tidak tahu menahu akan tata cara menabung di bank. Dijelasin tentang yang namanya ATM. Tentang fitur-fitur yang ditawarkan pihak bank. Tentang apapun yang menjadi keunggulan pelayanan banknya dari para pesaing di bidang sejenis.

Mas CS juga dengan semangatnya mengatakan bahwa banknya adalah itu adalah yang terbaik di Indonesia selama 5 tahun berturut-turut. Belum lagi betapa menggebunya ia ketika mengatakan bahwa banknya adalah bank yang terbesar di tanah air. 🙂

Rasanya saat itu saya ingin sekali mengatakan “Iya iya, Mas… aku sudah tahu! Sekarang ayo cepetan bukain rekening baru buatku. Ijin kantorku cuma sejam, mas! Ceritanya lain kali aja deh”

Tapi karena tak ada jeda waktu, saya hanya mendengarkan cerita si mas akan layanan-layanan yang akan diterima nasabahnya sembari sesekali menganggukkan kepala plus tersenyum simpul.

Karena masnya bertanya apakah saya telah memiliki rekening lain di bank tersebut, saya katakan saja bahwa ini adalah rekening pertama saya di kantornya karena saya hendak memindahkan rupiah yang masih tersisa di akun rekening saya di bank yang lain. Lalu saya sempat menyesal ketika menjawab pertanyaan masnya tentang alasan pemindahan rekening yang tengah saya lakukan… menyesal karena si mas CS semakin bersemangat mengatakan bahwa banknya benar-benar yang terbaik di Indonesia dan dia juga menjamin bahwa tak ada nasabahnya yang kecolongan seperti saya karena sistem keamanan banknya itu adalah yang paling baik.

Sebagai tanggapan, saya hanya berteriak “SUDAH TAHU” di dalam hati. Bukannya tidak suka akan pelayanan si CS, melainkan ceritanya tersebut membuat waktu bebas yang saya miliki terbuang percuma -_- Ijin dari kantor hanya 1 jam. 1 jam saja. Tapi nyatanya 1 jam tersebut adalah waktu yang cukup bagi mas CS untuk memaparkan ceritanya akan kehebatan banknya.

hehhh…. alhasil melebihi jam ijin yang saya miliki.

Mau marah pun tidak bisa karena toh itu memang sudah menjadi tugas seorang customer service terhadap nasabahnya. Harus selalu melayani dengan ramah. Walaupun begitu sebenarnya boleh gak sih menjelek-jelekkan bank lain di depan nasabah? Kalau pendapat saya sih… kurang tepat. Karena nasabah bank saat ini pintar-pintar ( 🙂 ) , jadi mereka sudah pasti bisa menilai dengan sendirinya mana bank yang baik mana yang tidak. So… buat para manusia yang berprofesi sebagai customer service (tak harus bank), tak perlulah memaparkan sisi negatif dari perusahaan lain yang sejenis. Cukup jabarkan keunggulan perusahaan sendiri, karena bermain cantik itu tak perlu membawa-bawa keburukan orang lain. Pasalnya menjelekkan sesuatu/ seseorang yang lain sedikit banyak mengungkapkan kejelekan diri sendiri.

Itu hanya saran… selebihnya saya berharap apa yang dikatakan mas CS akan keunggulan banknya benar dan saya tak lagi menjadi korban pencopetan instansi perbankan Pemerintah.