There is Just a Script, Sist!!


Pusing adalah satu kata yang mungkin ada di kepala adik saya.

Dia memang tidak pernah grasa-grusu untuk masalah kuliahnya. Tidak pernah terlalu ribut memikirkan transkrip IPK nya di setiap akhir semester. Tak pernah repot-repot belajar giat hanya untuk sebuah nilai A. Asalkan tidak mengulang sebuah mata kuliah, maka itu adalah prestasi. Asalkan tidak mengulang di semester berikutnya, maka itu adalah bahagia. Buat adik saya, nilai A dan B sama saja. Sama-sama lulus, jadi tak perlu ngotot untuk mendapatkan A jika dengan B ia sudah bisa bebas dari sebuah mata kuliah. Dan saya hanya bisa terpesona mengamati pola pikirnya tanpa perlu repot-repot memikirkannya karena memang tak bisa masuk ke dalam pikiran saya.

Tapi walaupun dari luar dia terlihat santai, saya tahu bahwa sekarang dia sedang pusing. Sesantai-santainya adik saya, toh dia tetap mahasiswa normal yang sekarang sudah berada pada tingkatan mahasiswa akhir. Apalagi momok seorang mahasiswa Tingkat Akhir selain Skripsi? Lalu saya menemukan gambar ini di laman FB nya

Harapan Mahasiswa Tugas Akhir

Harapan Mahasiswa Tingkat Akhir

Sewaktu melihat ekspresinya yang datar ketika menyebutkan dua kata “Skripsiku gimana” rasanya geli campur geregetan. Geli karena melihat kebingungan sekaligus rasa takut. Geregetan karena salahnya sendiri selama ini kuliah terlalu santai dan sekarang kebingungan. Tapi tetap, rasanya tidak tega. Uhhh…. dia itu benar-benar kucing! Menyebalkan, tapi mudah memelas!! Yang kemudian saya mengerti bahwa beberapa bulan ke depan hari-hari saya akan dipenuhi oleh drama dengan tema ‘Skripsi Adik Guwe’.

Saya juga harus menyiapkan diri sesiap-siapnya. Tidak hanya siap untuk diribetkan dengan masalah pembuatan proposal, pembahasan, dan masalah editorialnya; tetapi juga harus siap menampung air matanya. Pasti ada saat dimana dia akan terjatuh dan berfikir untuk tak bisa bangkit lagi guna mengejar tenggat deadline dosen pembimbingnya. Ada saat dimana marah dan mangkel terhadap dosen pembimbing yang entah maunya apa. Dan akhirnya menangislah…

Karena itulah, sebelum drama ‘Skripsi Adek Guwe’ dimulai saya harap dia tidak terlalu mendramatisir peran yang akan dijalaninya dalam pementasan drama beberapa bulan ke depan.

Come on, sist…. it’s just a script! Cuma tinggal nulis… Apa yang dibingungkan? I’m sure that You can 🙂 LULUS kok!!

Semangat adek…. Kalau misalnya bosen dan ada rasa jenuh plus ingin mengibarkan bendera putih, ingatlah paket holiday yang sudah kakakmu ini janjikan… Skripsi selesai, kita jalan-jalan 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s