Rasanya Teman Kantor di PHK

Awal pekan di kantor disuguhi dengan acara perpisahan dengan seorang rekan kerja. Sebuah acara yang membuat semangat awal pekan menjadi sedikit berkurang. Memang bukan baru pertama kantor ini memutuskan hubungan kerja dengan karyawannya, tetapi kali ini rekan kerja yang terdepak adalah partner kerja yang paling saya suka. Seorang rekan kerja yang bisa memberikan warna di antara kebutekan jam kerja saya. Rekan seruangan pula 😦

Melihat meja kerjanya yang tiba-tiba tak berpenghuni untuk waktu yang tak dapat ditentukan dan tak mungkin diisi oleh individu yang sama.

Terlepas dari bagaimanapun kinerjanya sehingga perusahaan tidak lagi membutuhkan jasanya, sosok yang menjadi korban PHK kantor kali ini adalah sosok yang menurut saya paling bisa bergaul dengan saya. Saat saya pertama kali masuk ke dalam perusahaan ini, sosok itulah yang membuka tangannya untuk menyambut saya. Sosok yang paling awal menerima cara saya bekerja dan bercanda. Sosok yang mungkin memang tidak bisa saya ajak bertukar pikiran, tetapi adalah satu-satunya orang yang bisa saya ajak bercanda di kantor ini sehingga bisa sedikit merendahkan tekanan deadline setiap harinya.

Sekarang, setelah tidak ada lagi sosok seperti itu…. rasanya aneh. Sedih mungkin. Atau apa ya? Rasanya seperti berada di ruang hampa udara. Tidak tahu harus bagaimana. Dan karena memang tidak punya kuasa, saya hanya bisa menerima bahwa sebuah meja telah kehilangan penghuninya. Semoga saja ketidaknyamanan ini tak terus saya rasakan sehingga mengganggu peforma kerja saya ke depannya.