Dear Mami,


Dear Mami…

Aku benar-benar kesal padamu….

Kenapa tidak pernah mengunjungiku sesering kau kunjungi putrimu yang lain?

Rasanya iri ketika aku harus mendapati salam darimu melalui saudari-saudariku

Kesal atas semua hasihat dan kunjunganmu pada saudari-saudariku melalui mimpi-mimpi mereka

Kenapa tidak mengunjungiku, Mam?

Kenapa tidak pernah memberiku nasihat supaya aku bisa berlaku benar

Apa kau tidak menghawatirkan hidupku?

Hei…Mam… bukankah aku juga putrimu?

Tapi kenapa seolah-olah dirimu tak mau bersua denganku?

Sekalipun, sejak kau berada di tempat terindah milikNya, tak pernah kau mengunjungiku

Apa aku tidak cukup baik untuk kau kunjungi?

Apa aku tidak cukup mendoakanmu sehingga kau enggan membalas doaku dengan menyambangiku?

Saat aku dan putri-putrimu berkumpul… aku hanya terdiam di sudut ruangan..

Mendengarkan kisah mereka yang baru kau kunjungi..

Hanya aku yang tak punya kisah tentang pertemuan denganmu

Mereka  saling bertukaran pesan yang didapat darimu, sedangkan aku tetap diam

Apa aku tidak cukup kau percaya untuk dititipi pesan yang bisa kusampaikan pada saudariku?

Mam… tak inginkah dirimu mengunjungiku?

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s