Yang Terpenting dari Menulis Bukanlah Ide, Tapi Kemauan

Menulis itu mudah.

Apa susahnya menulis di jaman sekarang ini. Oke, mari anggap menulis di sini sebagai merangkai kata. Entah mau menggunakan media pensil atau bolpoin beserta buku tulisnya atau dengan menggunakan MS Word yang terprogram di perangkat PC, tablet, ipad, atau laptop! 

Ide untuk menulis itu memang penting, karena tanpa ide mau menuliskan apa? Tapi kalau ide dijadikan alasan untuk dimulainya menulis atau tidak, saya rasa kurang tepat. Sebenarnya ide itu bisa dari mana saja. Tidak perlu repot-repot mencari yang namanya ide. Duduk di depan cermin pun kadang-kadang mendatangkan ide yang bisa dituliskan. Makan bersama teman-teman juga bisa menjadi sumber ide.

Atau cara simple dan cerdasnya tentu saja membaca. Dengan membaca, ide akan muncul dengan sendirinya.

Jadi masalahnya adalah ketika seorang penulis berkata “Aduh lagi gak ada ide nih“, bukanlah tidak ada ide melainkan tidak ada kemauan dan keinginan untuk menulis. Ide pastilah banyak, hanya kemauan saja yang sedang menghilang entah kemana.

Seseorang pernah mengatakan pada saya;

Kalau memang sedang buntu dan tidak ingin menulis apa-apa. Buka-buka aja buku atau jurnal-jurnal. Ketik ulang apa yang dituliskan oleh jurnal atau buku yang kamu baca. Ketik ulang, bukan copy paste. Dengan begitu akan ada banyak hal yang tiba-tiba muncul dipikiranmu dan mereka memintamu untuk segera menuangkannya dalam lembaran-lembaran halaman

Jadi, selain membaca…passion menulis yang hilang bisa dimunculkan dengan menuliskan ulang kalimat-kalimat dari sebuah buku atau jurnal atau bacaan apapun yang kita suka.

Bukan tak ada ide, melainkan tak ada keinginan menulis.

Menulis itu mudah, asal ada kemauan untuk menulis 🙂

Anggaplah Dirimu Seorang Arsitek

Kalau kamu masih merasa tertekan karena tak ada namamu di halaman depan

Anggaplah bahwa dirimu seorang Arsitek..

Kamu Arsiteknya… Merancang sebuah bangunan megah dan fungsionalis

Lalu kemudian rancanganmu dibeli oleh seseorang

Dan ketika pembeli rancnaganmu mendapatkan jutaan pujian akan keindahan bangunan mereka tanpa sekalipun menyebutkan Kamu arsiteknya

Berbanggalah, karena kamu bisa menghasilkan sebuah karya yang luar biasa

Kalau kamu masih tak bisa menerima karena karyamu menghasilkan grade A yang bukan untukmu

Anggaplah bahwa dirimu seorang arsitek..

Kamu arsiteknya… Membuat sebuah rancang hunian yang strategis

lalu kemudian rancanganmu dibeli seseorang

Dan ketika rancanganmu berdiri pada sebuah bidang tanah dalam bentuk rumah siap huni tapi itu bukan rumahmu

Berbanggalah, karena tanpamu rumah itu tidak akan ada

Kamu arsitek.

Kamu menciptakan segala rancangan bangun untuk mereka yang meminta

Kamu yang membuat mereka memiliki sebuah rumah yang nyaman

Kamu yang membuat mereka memiliki ruang kantor yang brilian

Kamu yang membuat mereka tersenyum girang atas segala pujian

Tapi percayalah, akan ada waktu dimana seorang arsitek merancang bangunan untuknya sendiri

Ada saat dimana kamu akan mengerahkan segala keahlianmu untuk merancang rumahmu sendiri

Dan kalau saat ini kamu masih merasa tertekan karena mereka beramai-ramai memintamu membuatkan rancang bangunan untuk mereka

Anggaplah kamu sedang belajar..

Anggaplah kamu sedang mencari rancangan terbaik untuk rumahmu sendiri

(Terinspirasi dari semangat atasan kepada saya. Sebuah pembelajaran untuk tetap ikhlas dan yakin bahwa mimpi baik seorang Hamba akan selalu dipeluk oleh Tuhan)

Bye Bye Coppa!!

Kami telah bermain bagus. Lebih baik dari pertandingan di menit-menit awal. Tapi kemenangan tetaplah mutlak. Selamat untuk Lazio yang berhasil melaju ke final

Kira-kira begitulah kata Antonio Conte pada sesi tanya jawab setelah pertandingan semifinal leg 2 yang digelar di Olimpico, Roma. Setelah ditahan dengan skor 1-1 di rumah sendiri, The Old Lady harus kalah 2-1 dalam waktu 180 menit pertandingan. Usaha Vidal untuk menyamakan skor yang dibuat oleh Gonzales tidak berarti karena Floccari berhasil menaklukkan Marco Storari. Hasilnya Lazio melenggang ke Final Coppa Italia 2012-2013, menanti lawan antara rekan sekota AS Roma atau si Merda Biru Hitam jelek!!

Sisi negatifnya adalah Juventus tidak bisa mengulangi momen musim lalu yang berhasil melenggang ke Final walaupun pada akhirnya kalah dari tim Naples. Jika dibandingkan dnegan musim lalu, jelaslah bahwa saat ini adalah sebuah kemunduran untuk hasil pertandingan. Walaupun begitu banyak yang menilai permainan Juventus musim ini lebih cantik dari musim lalu. Tapi kalau boleh jujur, saya tidak butuh permainan cantik. Saya butuh hasil akhir! Seperti kata Bonieparte, “Kemenagan itu bukan yang terpenting, tapi kemenangan itu mutlak!!!!!”.

Sisi positifnya, Juventus bisa lebih fokus ke Liga dan UCL. Memperbaiki peforma (akhir) yang kembali naik turun tak stabil. Layaknya detak jantung saya saat melihat mereka bertanding. Dengan tidak adanya pertandingan lain di Coppa, Serie A bisa lebih menjadi perhatian utama dan UCL sebagai perhatian tambahan. Masih panjang perjalanan musim ini. Apapun masih bisa terjadi.

Tapi yang jelas, fino alla fine, Forza JUVENTUS!!!!! Come On The Old Lady….. Show up Your best!!!!!

Menang Kalah Seri Tetap Juventini.

Seri disyukuri, Kalah dimaknai, Menang diamini ^_^