Kriteria Penting Seorang Atasan!


Bagaimanakah kriteria atasan atau pimpinan atau seorang bos yang seharusnya? Relatif. Tidak ada patokan. Setiap lembaga dan pemikiran memiliki kriteria sendiri-sendiri mengenai seorang pimpinan. Tapi buat saya, seorang atasan itu harus memenuhi syarat sebagai berikut:

  1. Atasan itu harus bijaksana. Ini adalah syarat utama bagi seorang pemimpin. Ia harus bijaksana dalam bertutur kata. Harus bijaksana dalam bersikap. Dan tentu saja bijaksana dalam mengambil kebijakan menyangkut anak buahnya.
  2. Atasan itu harus smart. Ini juga poin penting. Mana boleh pemimpin goblok? Seorang bos, pimpinan, ataupun atasan mutlak harus intelek. Harus punya otak.
  3. Responsible. Bertanggung jawab atas apapun yang terjadi pada lembaga atau komunitas yang dipimpinnya. Ini juga standar sebenarnya, tapi penting. Bagaimana bisa seseorang yang tidak bertanggung jawab mengemban posisi yang amat penting?
  4. Karismatik. Kriteria ini juga relatif bagi setiap orang. Tapi karisma itu sangat penting. Dan bagi saya kriteria ini tak bisa dibeli atau dipelajari atau dikursusi di manapun. Bijaksana bisa dipelajari melalui pengalaman. Tingkat kebijaksanaan seseorang akan bertambah seiring dengan berjalannya waktu serta bagaimana seseorang memaknai kurang bijaksananya di satu waktu untuk introspeksi di waktu yang lain. Begitu juga dengan ‘smart’nya seseorang. Bisa dilatih. Bisa belajar (kalau memang mau belajar). Tanggung jawab juga demikian, bisa dipelajari melalui berbagai pelatihan. Tapi yang namanya karisma, mau cari dimana? Kriteria ini adalah berkah dari Tuhan. Tak adil memang jika menjadikan karisma sebagai salah satu kriteria untuk memilih seseorang sebagai pemimpin karena berkah Tuhan pada setiap makhlukNya itu tidak sama. Tapi mau bagaimana lagi? Karisma itu penting untuk seorang pemimpin! Dan bagi saya, pemimpin yang sudah memiliki karisma cenderung sudah memiliki paket kriteria bijaksana, smart, dan bertanggung jawab!

Jadi buat saya, sosok yang paling penting untuk menjadi atasan adalah ia yang memiliki karisma. Dan saya bisa menilai apakah seseorang memiliki karisma seorang pemimpin atau tidak. Cara simple untuk mengetahui apakah seseorang memiliki karisma adalah orang tersebut tidak pernah melakukan tindakan mengintip anak buahnya. Sumpah, masa pemimpin suka ngintip-ngintip? Jijik!

Satu Lagi, karisma itu bukan sikap congkak. Bukan sikap sombong dan sok berkuasa. Karisma dan songong itu berbeda. Jadi, buat siapapun yang menjadi pemimpin dan berusaha untuk menunjukkan identitas kepemimpinannya dengan cara apapun… kalian, dia, mereka, dan siapapun itu sama sekali tak punya karisma. Karena tak ada karisma, tentu tak pantaslah menjadi pemimpin (bagi saya). Dan entah kenapa saya sama sekali tak bisa memberikan respek pada siapapun yang mendedikasikan dirinya sebagai pimpinan tapi sosok tersebut tak punya karisma.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s