Ekspedisi Pacitan – Salah Satu Perjalanan Panjang


Sebuah perjalanan panjang. Perjalanan darat terlama yang pernah saya lakukan. 10 jam di atas motor. Tidak mengemudikannya memang, tetapi lelah dan panasnya glutea tak bisa disangkal. Kaki sedikit keram dan menahan rasa kantuk yang sesekali datang. Perjalanan panjang dan melelahkan menuju tempat bernama Pacitan.

Tapi kalau saya harus mengulanginya, saya mau. Lelah memang, tetapi setidaknya saya punya cerita dan cerita itu tidak hanya Yogyakarta. Yogyakarta memang bagian Indonesia yang paling saya suka, tetapi cerita tak harus melulu dari Jogja bukan? 🙂

Mengunjungi tanah kelahiran Presiden SBY adalah sebuah pengalaman yang tak bisa dibeli di departement store manapun. Mulai dari boncengan selama 10 jam (waktu pergi) + 10 jam (waktu pulang) + berjam-jam (waktu mampir-mampir 😛 ); sampai harus menjadi kurir kebutuhan pokok seorang anak dari ibu-ibu yang tokonya saya kunjungi untuk membeli oleh-oleh. Si anak yang kuliah di Surabaya entah mengapa meminta ibunya mengirimi sabun cuci, sabun mandi, pasta gigi, plus jajanan kecil via saya dan teman-teman yang tengah berkelana hingga negerinya. Jujur, saya tidak mengenal sosok si anak. Meskipun ada beberapa anggota yang pernah tahu pada anak si ibu penjual oleh-oleh karena mereka satu kampus, tapi tetap saja mereka tidak kenal.

Jadinya? Kami tetap menjadi kurir. Membawakan kebutuhan pokok si anak. Dan sebagai gantinya si ibu membiarkan kami memamah jajan dari warungnya secara gratis. Dan tidak tahu kenapa di warung tersebut seorang nenek buyut yang merupakan nenek dari ibu penjual oleh-oleh memeluk saya. Katanya beliau senang saya berkunjung ke sana. Si mbah buyut juga menyuruh saya untuk sering-sering main ke rumahnya. Dan hanya saya yang mendapat pelukan erat nan hangat dari si mbah buyut. Hikkssss….. pikiranpun langsung terbang ke tanah saya tumbuh besar di salah satu kota paling timur di provinsi ini. Mengingat si mbah putri yang sudah tidak bisa beraktivitas normal…. Ahhh… saya sedang berada di kota paling barat di Provinsi Jawa Timur, sesaat ada bayangan betapa jauhnya saya dari tempat dimana si mbah putri hidup bersama bude dan sepupu-sepupu. Tapi itu cuma sesaat; karena saya tahu bahwa perjalanan saya belum selesai. 

Perjalanan panjang menuju Pacitan hanya salah satu perjalanan 10 jam di atas motor. Saya masih ingin melakukan perjalanan yang jauh lebih panjang dari sekedar Pacitan. Pacitan hanya salah satu perjalanan panjang yang mengisi salah satu sudut memori dengan berbagai rangkaian ceritanya. 

Arrivederci Pacitan. Hope to see you again, ASAP :D

Arrivederci Pacitan. Hope to see you again, ASAP 😀

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s