Suatu Senin Yang Membosankan


Dan tiba-tiba sudah jam 13.45 WIB.

15 menit menuju pukul 14.00 WIB. Jam-jam menuju pulang kantor.

Kalau memang harus membandingkan pekerjaan yang saya lakukan dengan teman-teman lain yang kerjanya harus stay turn 8 jam kerja, saya pikir apa yang menjadi tugas saya ini jauh lebih enak. Saya hanya tinggal duduk di depan meja yang di atasnya sudah nangkring manis sebuah laptop. Jaringan internet juga lancar plus gratis selama 8 jam kerja.

Pekerjaan yang harus saya lakukan juga tidak mengharuskan saya memerah keringat dan berpanas-panas di bawah terik matahari. Saya hanya tinggal menuangkan isi kepala dalam sebuah kata sesuai dengan konsep yang telah ditentukan. Perlu waktu tersendiri untuk menceritakan detail hal yang saya kerjakan. Intinya adalah saya hanya harus merangkai kata. Pekerjaan yang memang saya suka.

Tapi entah mengapa, kadang-kadang ada saat dimana saya merasa jenuh. Bosan dengan pekerjaan yang itu-itu saja. Seringkali saya menunda melakukan pekerjaan karena bosan. Membiarkan deadline di depan meja bukan berarti tidak mengerjakannya, melainkan hanya menunda untuk mengerjakannya. Kalau sudah mendekati waktu pengumpulan barulah saya kerjakan. Tanpa tergesa-gesa, dan selesai. Hampir selalu begitu.

Kadang-kadang seharian penuh saya memang menghadap laptop. Ketak-ketik ini dan itu. Tapi tidak untuk melakukan pekerjaan yang menjadi tugas saya.

Jadinya bosan. Memandang TL jejaring sosial juga tidak membantu. Mengajak teman sebelah ngobrol pun tidak mungkin karena dia sibuk dengan pekerjaannya sendiri. Mau chating dengan temanpun tak bisa karena mereka juga sedang sibuk menguras keringat di tempat kerja masing-masing. Mau ngeblog terusan juga bosan. Nonton video Juventus gak bosan sih, hanya saja beberapa saat lalu ada seseorang yang berpikiran bahwa kerjaan saya setiap hari adalah nonton Juve yang entah mengapa sampai ke telinga bos besar. Beruntungnya adalah sibos tahu cara kerja saya sehingga nasihat yang beliau berikan adalah ‘kalau mau nonton atau ngegame saat jam kerja jangan sampai keliatan yang lain.Biar mereka gak ikut-ikutan’. Sebuah nasihat kucing-kucingan yang juga tak mungkin saya lakukan terusan. Masa nonton video Juve pake ngumpet? Memangnya saya sedang menonton video porno?!  -_- Berasa bukan karyawan yang baik.

Jadi, gimana caranya menghilangkan rasa bosan ini? Dan hari ini saya merasa sangat bosan. Lesu, Lemas, dan sama sekali tidak ingin berada di ruangan kerja,tapi pada akhirnya tetap saja duduk manis menghadap leptop. Menunggu jam pulang kantor yang masih agak lama karena harus dilalui dengan tidak melakukan apa-apa.

Saya mencintai dunia pekerjaan ini. Saya suka. Suka tapi bosan. Adakah obatnya?

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s