The End of Dualisme, Is That True?


Ada apa sih dengan PSSI? Bukankah beberapa waktu lalu sudah ada Kongres Luar Biasa yang menghapuskan dualisme TimNas? Terus kenapa masih banyak komentar yang tidak baik dari masyarakat?

Ini yang membuat saya tidak punya chemistry dengan TimNas. Iya, tak tahu siapa daftar pelatihnya. Tak tahu siapa saja pemainnya. Tak hafal club-clubnya. Dan mungkin ini yang dinamakan kuman diseberang samudera tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak. Gajahnya terlalu besar sih, jadinya repot sendiri harus mengamati sisi apanya. Jadilah tak banyak tahu akan si ‘gajah’.

Bukannya tidak peduli, hanya tak punya rasa tertarik saja. Saya mendukung Garuda kok. Selalu mengharapkan yang terbaik untuk TimNas. Siapa sih yang tidak bangga jika negaranya memiliki prestasi? Saya juga punya impian bahwa suatu saat Indonesia bisa menjadi salah satu Tim Kesebelasan hebat di dunia. Piala Dunia harus bisa dicicipi oleh TimNas. Tak tahu kapan, tapi setidaknya saya punya harapan untuk itu.

Ayo dong…jangan kisruh-kisruh terus. Dualisme TimNas, benarkah sudah berakhir? Kalau memang sudah, yuk kita sama-sama mendukung dan berharap yang terbaik untuk TimNas. Sangat berharap supaya dualisme benar-benar berakhir dan pertandingan melawan Arab Saudi bisa menjadi salah satu cara untuk membuktikan bahwa Garuda hanya punya satu TimNas!

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s