Jenuh & Lelah Kerja Itu Biasa

Kata salah satu teman kantor, saya adalah sosok yang dilihatnya tak pernah mengeluhkan pekerjaan. Selalu terlihat santai setiap menjalani rutinitas kantor. Selalu terlihat tak pernah jenuh dengan segala deadline. Dilihat tak pernah lelah. Bahkan dinilai tak pernah merajuk untuk meminta tambahan waktu pengerjaan. Hal yang membuat dia merasa heran mengapa saya bisa begitu.

Kalau dia bertanya langsung pada saya, maka jawaban saya adalah apa yang dilihat dan dinilainya itu tidak tepat. Memang benar saya tak pernah mengeluhkan apa yang saya kerjakan sekaligus merajuk meminta additional time, karena ini adalah pilihan saya. Kalau saya mengeluh,mengapa saya harus memilih pekerjaan ini? Tapi salah kalau sampai dia menilai bahwa saya tidak pernah jenuh. Sangat salah bila dinilai saya tak pernah lelah.

Hei… I’m also human. Jenuh, capek, lelah…semuanya itu juga pernah saya alami, kawan. Itu manusiawi. Ada kok saat dimana saya merasa sangat jenuh dengan tumpukan berkas-berkas deadline sehingga satu-satunya hal yang sayalakukan pada mereka adalah membiarkannya begitu saja. Bahkan sempat ada pikiran bahwa saya ingin resign saja supaya bisa jalan-jalan ke Jogja untuk menghilangkan kejenuhan yang super ini. Lelah juga sudah pasti. Saat jenuh dan tak ingin melakukan apa-apa biasanya juga dibarengi oleh lelah nan capek. Ingat loh ya…hanya lelah dan capek. Bukan putus asa, Hanya butuh rehat.

Kalau seseorang melihat bahwa saya tak pernah jenuh dan capek, heii….saya bukan robot. Capek, istirahat. Jenuh, tinggalkan kantor. Biasanya hal yang saya lakukan saat jenuh adalah jalan-jalan. Kalau misalnya jenuh itu datang di waktu jam kerja, saya mengenyahkan diri dari meja kerja. Keluar ruangan sebentar, menyeduh kopi lalu bercengkerama sebentar dengan kantor beda jobdesk.

Cara untuk menghilangkan jenuh dan lelah pada individu yang satu dan yang lain itu tak sama,karena itulah apa yang saya lakukan belum tentu bisa menghilangkan jenuh nan lelah kalian pada masing -masing pekerjaan. Tapi yang pasti, jenuh & lelah pada pekerjaan itu lumrah. Tinggal bagaimana pintarnya kita mengembalikan semangat untuk on fire sehingga penyelesaian tugas tak lewat dari tenggat waktu yang ditentukan.