Today is Better


Dua hari terakhir semua penghuni kantor tidak banyak berbicara. Lebih tepatnya tidak banyak berbicara pada saya, khususnya mereka yang setiap harinya berurusan dengan segala deadline-deadline yang menjadi tanggung jawab saya

Bohong kalau saya mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja karena terbukti sejak kemarin suasana hati saya memang sedang tidak baik. Meninggalkan kamar dalam kondisi berantakan. Mengerjakan tugas tanpa ada passion sedikitpun. Lalu ditambah dengan kehebohan orang kantor yang tiba-tiba menutut pekerjaan 5 jam lebih awal dari deadline yang sudah ditentukan. Bukan masalah sebenarnya…hanya saja menjadi masalah karena saya bolak balik ditanyai “sudah selesai belum mbak?” Bagaimana bisa menyelesaikan kalau sedikit-sedikit disela dengan pertanyaan basa-basi “sudah selesai apa belum”. Ya BELUM LAH!!! Jadilah semakin suntuk.

Itu kemarin.

Hari ini…jauh lebih baik. Sudah lebih menerima hasil akhir yang diraih Juventus. Mau sedih teruspun percuma, toh tetap tak bisa merubah kenyataan bahwa kesempatan Juventus di UCL musim 2012-2013 sudah habis. Kalau sedih terus…justru tak bisa menjaga kesempatan di musim depan bukan? Biarlah…biarlah duo Germany & Spain meramaikan semifinal UCL musim ini.

Kalau terus-menerus suntuk juga, kondisi kantor jadi terasa seperti ruang pengadilan yang hakimnya sedang membacakan putusan peradilan kepada tersangka suatu kasus. Tegang. Tidak ada percakapan renyah atau saling menggoda.

Beneran deh…sejak kemarin semua orang kantor menutup mulutnya rapat-rapat. Tak ada satupun komentar mengenai hasil pertandingan UCL padahal mereka adalah penonton sepak bola Eropa. Tidak ada seorang pun yang bahkan mengucapkan kalimat hiburan “sabar Mei”. Jangankan mengucaapkan sesuatu, berpapasan pun hanya sekedar melihat sejenak, lalu berlalu.

Entah bagaimana saya harus mengartikan sikap mereka. Apakah itu sikap empati, atau sedih, atau takut saya beri bogem mentah apabila mereka berkomentar mengenai hasil pertandingan Juventus Vs Munich kemarin… saya tidak tahu. Hanya saja saat ini merasa geli atas sikap teman-teman kantor yang seakan-akan menjaga jaraknya terhadap saya. Mungkin juga mereka takut saya bunuh diri di kantor lalu arwah saya menghantui mereka setiap saat 😛

Oke…saya beri creditpoint pada mas-mas yang hingga saat ini tidak membahas hasil perempatfinal UCL,setidaknya tidak di depan saya. Terimakasih karena sudah mengerti. Iya…saya memang sedih…kemarin memang sedang tidak senang. Tapi sekarang sudah baikan kok…saya sudah lumayan sembuh…jadi… berhentilah mencuri-curi pandang, guys… Seriously…I’m okay right now 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s