Kenapa Harus Juventus

Sebuah pertanyaan diajukan oleh ponakan tersayang, Aisy, “Kenapa harus Juventus sih, Te?” 

Saya memberikan senyuman sebagai jawaban. Kemudian pertanyaannya menjadi monolog panjang “Kasurnya Juventus..Bantal gulingnya Juventus.. jam dindingnya juga juventus… karpetnya juga..leptopnya juga… tasnya juga… nah…ini gantungan kuncinya juga Juventus. Ahhh… semuanya Juventus”

Saya tetap diam dengan menghadap layar leptop…sembari mencuri pandang ke arah ponakan yang masih saja sibuk membuat list barang-barang tantenya yang berbau Juventus. Lalu ia melanjutkan inspeksinya dengan mengamaati Peta Benua Eropa yang terpampang di salah satu sisi dinding kamar saya. Entah apa yang sedang dipikirkannya, tetapi kemudian dia berkata

“Eropa ya.. pasti Juventus ada di Eropa. Negaranya…mana yaaaa….” Kemudian telunjuknya menyusuri setiap bagian yang menampakkan kata yang dituliskan dengan huruf kapital. Tak perlu waktu lama bagi Aisy untuk menentukan dimana negara asal Juventus. Dia menunjuk tulisan Italia, lalu berkata

“Juventus ada di Italia ya, Te?”

Saya: “Kok Ais tahu?”

Aisy: “Kan negara Italianya tante tempelin kertas ini” dia menjawaab sembari menunjukkan sticky note kecil yang saya tempel pada bentukan peta Italia. 

Saya: “Memangnya kenapa kalo ditempelin kertas?”

Aisy: “Ya berarti ini tempatnya Juventus. Kan semua yang ada di sini harus Juventus. Pasti kertasnya juga ditempelin di negaranya Juventus, kan!”

Saya: 🙂

Aisy: “Ah…Tante ini..senyum-senyum terus…Kenapa kok… Kenapa harus Juventus?”

Kenapa coba harus Juventus? Banyak sekali  jawaban atas pertanyaan itu, sayang… Perlu waktu tersendiri untuk menjelaskan kenapa harus Juventus. Tapi yang pasti, pertanyaan itu adalah secercah harapan bagi saya untuk menularkan Lo Spirito alla Juventus ini pada ponakan tersayang. Tidak berharap supaya dia menjadi Juvedonna saat ini juga, paling tidak suatu saat… Bukankah pertanyaan yang tidak mendapatkan jawaban akan menimbulkan penasaran. Dan ponakan saya bukanlah anak yang bisa menahan rasa penasarannya