Sebuah Liburan Yang Tak Terencana


Mengunjungi situs budaya adalah salah satu hobi saya. Saya memang hanya hafal sepenggal-sepenggal kisah sejarah Indonesia, tapi paling tidak saya tahu bahwa bangsa ini punya kisah heroik yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Hari ini, tanpa rencana, saya mengunjungi situs budaya di Trowulan. Yuhuuu…. candi-candi peninggalan kerajaan Majapahit menjadi tempat saya menghabiskan waktu di akhir pekan ini. 

Sungguh, ini adalah liburan yang tidak terencana. Terdampar di terminal Purabaya karena kelakuan heboh adik, kaki yang awalnya hendak menaiki bus jurusan Malang harus berpindah haluan menuju bus jurusan Yogyakarta. Bukan ke Jogja, hanya menumpang bus yang menuju Yogyakarta lalu turun di Mojoagung. Awalnya hanya untuk bermain ke rumah teman dan dialah yang mengajak saya untuk mencicipi panorama ‘tumpukan batu’ yang ada di dekat rumahnya.

Banyak situs peninggalan kerajaan Majapahit di Trowulan. Dan yang saya datangi hari ini adalah:

  1. Candi Brahu : sebuah candi yang katanya adalah candi tertua di Trowulan
  2. Candi Gentong : candi yang bagi saya agak aneh. Bentuknya tidak seperti candi-candi lain, abstrak…tak berbentuk. Tapi mungkin bentuknya yang tak jelas inilah keunikan dari candi Gentong. Sayang, saya tak bisa berkeliaran di sekitar candi karena sudah sangat sore dan tutup. 
  3. Candi Bajang Ratu : candi ini lebih dikenal sebagai ‘gapura’ karena kata buku sejarah Bajang Ratu memang merupakan sebuah gapura raksasa sebagai pintu masuk ke makam raja Jayanegara
  4. Pendopo Agung : tempat bertapanya Raden Wijaya, raja pertama kerajaan Majapahit. Pendopo Agung digunakan sebagai tempat dibacakannya Sumpah Palapa
  5. Kolam Segaran : Katanya tempat mandi putri-putri dan ratu dan selir kerajaan Majapahit, tapi ada yang mengatakan sebagai dapur istana.

Seperti biasa, sesi jalan-jalan adalah sesi foto 🙂 Yaaaa…. akhir pekan yang diisi  dengan liburan yang tak terencana. Sebuah liburan di hari Waisak yang dihabiskan dengan mengunjungi candi. Bukan Borobudur memang, tetapi setidaknya candi kerajaan Majapahit masih memiliki struktur ke-Budha-an. 

P.S: Biaya masuk ke masing-masing tempat adalah Rp.2000 dan itu hanya untuk biaya parkir, kecuali di kolam Segaran..GRATIS!

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s