Tentang Ibu


Benar kata orang bahwa Ibu adalah sosok yang luar biasa.

Hampir satu bulan bertetangga kamar dengan seorang Ibu dan anaknya yang masih duduk di bangku SD semakin menegaskan bahwa menjadi Ibu bukan perkara mudah.

Bangun subuh-subuh untuk mencuci pakaian dan menyiapkan perlengkapan sekolah anaknya. Lalu kemudian mengantarkan si anak ke sekolah. Lalu ke tempat kerja. Siangnya menjemput si anak di sekolah. Mengantar anak ke kamar kos mereka, lalu kembali ke tempat kerja. Sore menjelang maghrib menjemput si anak untuk dibawa ke tempat kerja dengan maksud membantu anaknya belajar atau mengerjakan PR sekolah. Pulang malam pukul 09.00.

Setiap hari, selalu begitu rutinitas si Ibu.

Belum ditambah dengan aktivitasnya menyapu dan mengepel lantai kamar yang rutin dilakukan setiap hari. Tidak bisa membayangkan bagaimana kehidupan sosialita yang dijalani si Ibu.

Tidak ada acara nonton bola, tidak ada acara ngopi di kafe, tidak ada acara jalan-jalan, tidak ada acara makan sushi, tidak ada acara nonton di bioskop, tidak ada acara photobox, tidak ada acara main-main dan tidak ada acara bergosip dengan teman-teman terdekat.

Guratan lelah tampak jelas di raut muka si Ibu ketika saya beberapa kali mendengarkan kisah hidupnya, tapi tidak ada keluhan. Tidak ada penyesalan. Tidak ada tanda-tanda untuk menghentikan hidup. Si Ibu sekalipun tak pernah membandingkan rutinitasnya yang monoton dengan aktivitas harian saya yang ‘itu-itu saja’.

Ironisnya, saya yang hanya dibebankan pada sedikit kewajiban selama 8 jam dalam sepekan hampir selalu merasa lelah. Tidak harus mencuci baju, tidak harus mengurus anak, tidak harus mengerjakan PR sekolah, tidak harus menyapu setiap hari, dan tidak harus melakukan semua aktivitas tersebut sembari mencari nafkah. Tapi kerap kali berpikiran bahwa saya begitu lelah.

Damn it!

Tidak pernah membayangkan dan tidak ingin membayangkan bagaimana jika saya yang berada di posisi si Ibu. Saya tahu bahwa menjadi Ibu itu adalah pekerjaan paling susah (I can’t imagine that!), tapi ternyata menjadi seorang ibu yang bertitle single fighter parent jauh lebih susah.

Terberkatilah kalian para Ibu.

P.S: Wish U were here,Mam..

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s