We Aren’t a Math


Sebuah teori yang beberapa hari lalu dikatakan oleh kawan saya;

“Seperti ilmu matematika SD, Mei… negatif ketemu positif, jadinya negatif. Gak mungkin positif. Jadi bullshit kalo ada istilah saling menguatkan, yang ada saling melemahkan. Kalo kamu positif dan mau dapat positif, kumpullah dengan orang-orang positif. Kalo kamu negatif pengen jadi positif, kumpul sama orang negatif”

Pertama kali mendengar teorema itu saya hanya diam sambil berfikir agak lama. Cukup lama sebenarnya karena kata ‘matematika’ secara tiba-tiba membuat setiap lapisan pikiran di otak berhenti bekerja. Teorema sinting!!!!

Meskipun agak lama Saya bisa pastikan teorema yang dianut kawan saya itu kurang tepat. “negatif ketemu positif” tidak selalu negatif bukan? Tergantung ketemunya gimana kan? Kalo ketemunya via ‘perkalian’, hasilnya memang negatif. Tapi kalo ketemuanya via penjumlahan atau pengurangan? Bisa positif bisa negatif!  Tergantung besar nominalnya. -40 + 100 misalnya… Bukankah hasilnya positif? Lalu 30 + (-8); hasilnya 12. Masih positif bukan? Mungkin memang ada pengurangan nilai positif, tetapi setidaknya masih bernilai positif.

Ada juga benarnya mengomparasikan hidup manusia dengan hitung-hitungan matematika, but trust me Mate, our life isn’t a math. Menyamakan hidup dengan kalkulasi dan teorema matematika? Manusia kan bukan robot?! Tidak diciptakan dengan ukuran-ukuran angka beserta reasio-rasionya.

So, pleaseeee…… jangan mematematikakan kehidupan (really HATE math!!).

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s