Belajar Senang


Menghadapi kelakuan bocah berseragam sekolah itu memang membutuhkan kesabaran yang sangat. Ada saja tingkah mereka yang terkadang tak terduga. Dan benar bahwa perkembangan manusia juga mengikuti perkembangan zaman. Tidak wajar jika menuntut mereka untuk berpola pikir dengan anak sekolah di era 90’ sementara mereka dilahirkan pada saat penjamuran teknologi melebihi jamur.

Benar memang bahwa alat komunikasi dalam bentuk apapun sudah sewajarnya dinonaktifkan saat pengajar berkicau di depan kelas, tetapi menyuruh anak-anak zaman sekarang untuk lepas dari gadget sepanjang waktu di kelas sama dengan mengunyah batu.. keras dan alot. Saya sendiri saja menyumpal telinga dengan earphone sepanjang menerima materi di era kuliah…secara sembunyi-sembunyi memang karena saya tahu tak ada dosen yang suka mahasiswanya menyalakan alat elektronik dalam bentuk apapun kala dia menjelaskan pelajaran di depan kelas… tapi setidaknya saya memahami materi yang dijelaskan. Jadi itulah prinsip saya sekarang ketika memberikan pengajaran… ‘Gadget Oke, Otak kece’. Saya tidak mengharamkan mereka ngegames di kelas, selama memahami materi yang saya berikan. Saya sama sekali tak mempermasalahkan di depan mereka ada laptop selama mereka bisa menangkap pelajaran saya di kelas itu. Mau putar musik sepanjang pelajaran pun saya persilahkan, asal semua tenang ketika saya mengoceh di depan. Tak ada pula larangan untuk berteriak-teriak di kelas, asal mereka senyap ketika saya memaparkan materi. Boleh makan dan minum di kelas, asal tidak membuang sampah di dalam kelas.

Lalu saya dibilang pengajar yang kurang disiplin? Ahh, kedisiplinan tidak sebatas duduk manis di kelas dengan meja yang hanya dipenuhi alat tulis. Lagipula mereka datang ke lembaga bimbingan belajar bukan untuk diajarkan tentang disiplin, melainkan penjelasan materi pelajaran yang di era ini merupakan barang langka di sekolah. Hal terpenting adalah siswa senang dan mau belajar!

Selain gadget, hal yang sedang trendi di kalangan anak-anak sekolah saat ini adalah selfie. Iya, bahkan ada beberapa siswa yang rajin sekali foto selfie lalu menjadikannya sebagai status update di BBB mereka. Di suatu kelas contohnya.. saat saya baru saja menutup pintu, seorang siswi mendatangi saya lalu mengajak saya berfoto selfie bersama..kemudian dia menjadikan foto kami sebagai status update BBM dan akun jejaring sosialnya dengan caption “Mau mulai les dengan Mbak Guru”. Hal tersebut juga dilakukan sebelum saya meninggalkan kelas. Foto selfie, lalu update status.

Mengajak foto selfie terang-terangan ini jauh lebih menyenangkan daripada tindakan siswa-siswa yang hobi mencuri-curi foto. Kan tidak enak ketika saya sedang berkonsentrasi menulis materi di depan kelas terpotong oleh panggilan siswa;

“Ibu… Ibu…”

Lalu ketika saya menoleh, blitz kamera menyambar-nyambar. Ya ampun adek…kan lebih enak minta foto daripada harus mencuri-curi begitu -_- Saya merasa seperti tersangka kasus korupsi yang disambar oleh kilat lensa para pemburu berita.

Sebagai pengajar, saya bukannya tak punya haters… Pasti adalah satu dua tiga empat lima enam tujuh delapan sosok yang tidak sepaham dengan pola pikir saya.. baik itu siswa maupun sesama pengajar atau siapapun di tempat saya bekerja saat ini. I don’t cares.. tapi saya geli pada salah satu hater yang berasal dari kalangan siswi. Dia terlihat begitu garang setelah teman lelakinya ‘sengaja’ mencuri pandang pada saya yang tengah berdiri di depan kelas untuk mendengarkan lagu yang diputar sebagai relaxasi selama 5 menit. Saya yang sadar akan pandangan tersebut balas memberikan pandangan dan seutas senyum simpul, yang kemudian dibalas senyum sumringah oleh siswa tersebut dan perempuan di sebelahnya memberikan kernyit dahi plus mulut manyun pada saya. Hahahahahaha…… Lucu sekali. Dikiranya saya sedang berusaha menarik minat pacar siswi yang cembetut itu. Dan setelahnya dia (si siswi) begitu kepo… menanyakan identitas saya pada operator CS dan beberapa pengajar. Yang kemudian, entah dia tahu dari siapa dan entah siapa yang membuat gosip, dia tahu saya sudah menikah -_- Ya sudahlah…

So far, so fun… Semoga saya tetap sabar dan tetap mau belajar.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s