Hilang Satu Gelar

Satu piala yang  musim lalu menjadi milik Juventus harus berpindah ke tangan pasukan Naples.

Kesal rasanya ketika harus menyaksikan pertandingan selama 120 menit yang berujung dengan kekalahan.

Getir, ketika harus menerima kenyataan I Bianconerri tak bisa meraih gelar ke 7 Super Coppa Italia. Gagal menjadi perengkuh juara terbanyak, masih harus berbagi tempat dengan Milan sebagai peraih juara Super Coppa terbanyak se Italia.

Mau menghujat pun tak akan bisa merubah hasil akhir. Gelar sudah berada di tangan Napoli, kami harus puas dengan tahta kedua untuk super coppa di tahun ini.

Semoga saja lepasnya gelar yang dua musim beruntun lalu menajdi milik La Vecchia Signora, tak diikuti dengan hilangnya gelar lain yang telah menjadi milik Juve dalam 3 musim terakhir. Semoga saja tidak (Jangan sampai, Tuhan).

Semoga pemikiran itu hanya sebatas pemikiran tak baik akibat ketidaksukaan ini pada pelatih tim.

Maaf Pak Pelatih…. saya sama sekali tidak percaya pada anda. Saya tak butuh bermain indah. Saya tak butuh tim yang bermain atraktif. Kompetisi itu hanya menang dan kalah, Pak. Bermain cantik dan menarik adalah bonus. Saya tak perlu bonus yang nilainya kosong.

Ah, sudahlah. Biarlah gelar pertama ini lewat, mungkin pelatih kami berencana menggantinya dengan gelar yang lebih prestisius di akhir musim.

P.S: No matter what happen.. I’m still love you, Team! Please… do the best after the break.

 

Dear All

Dear Dad… I wanna kill you

Dear Mom.. if I can…. I wanna kill you

Dear Sister… I wanna kill you

Dear Brother… I wanna kill you

Dear Friends… I wanna kill you

Dear My Life… I like you…. Thanks for teach me about yours

Dear God… I’m nothing without You.

Pekan Magabut

Kegiatan belajar mengajar di semester pertama sudah selesai. Sudah selesai sejak akhir pekan lalu sebenarnya, namun  karena kebijakan dari bos pusat maka bimbel tempat saya ‘bermain’ baru akan mengakhiri semester ganjil pada akhir pekan ini. Dan selama satu pekan ini semua ‘pembicara’ diwajibkan  untuk mengisi kelas sesuai jadwal yang telah disusun bidang akademik.

Saya pun demikian… sudah memiliki jadwal untuk mengisi kelas selama satu minggu penuh.

Sayangnya, tidak semua  siswa sepakat dengan kebijakan bis pusat. Setelah UAS di masing-masing sekolah sekolah selesai, maka  bimbel juga selesai.Mayoritas siswa begitu.

Ada beberapa gelintir yang memang tetap datang ke tempat les, tetapi mereka punya  motif sendiri, yang mana mortif tersebut sama sekali tidak berkerabat dengan belajar. Alasan beberapa siswa yang tetap datang ke tempat les walaupun UAS sekolah telah selesai bermacam-macam, tetapi intinya sama. KABUR dari rumah.

Bagi sebagian siswa, tempat les adalah pelarian yang mumpuni dari segala pekerjaan rumah yang ditimpakan oleh orang tua. Mereka lebih memilih berdiam diri di tempat bimbel selama 180 menit, daripada harus melakukan tugas menyapu atau mencuci piring di rumah. Tempat les juga lebih dipilih ketimbang mendengarkan omelan Ibu masing-masing di rumah.

Jadi walaupun minggu ini sebenarnya saya punya jadwal full untuk mengisi kelas, hanya beberapa kelas saja yang memang saya bereskan… itupun hanya sekedar membahas soal-soal ujian. Sebagian besar siswa justru lebih memilih menghabiskan waktunya dnegan bercerita, ada pula yang mengajak saya untuk bermain origami, sisanya bahkan memohon supaya jadwal lesnya diliburkan saja -_-

Jadilah…pekan ini adalah pekan magabut untuk saya..

Alhamdulillah, bisa mengistirahat saliva walau hanya sejenak… istirahat sebentar, sebelum semester baru di mulai awal tahun depan.

P.S: Semoga saja adek-adek les saya berhasil dengan nilai ujian mereka…

Distressing!

Dear Mr Coach..

You said that Football is a drama, I agree. We can not predictable the final result. We can’t smile in the whole of the time. We have to wait till the end. However, you could not make a drama all the time in this season, Sir.

Surely… that match was overstrung. I really on tenterhooks! It so run for one’s money -_-

Torino is not a big team like M#l*n or *nt#r , but that club also not a simple club. Our club and the Toro has a big history, so You should have been know about that.

I think tenser about our next match because Stephan Lichtsteiner having ‘tea break’.

Please Coach… Don’t make another drama which makes me wrought-up all the time.