Maafkan Saya Yang Katrok


Dua kali saya mendapatkan cercaan dari siswa dengan alasan yang sama. Mereka menilai bahwa saya katrok (ndeso or tidak gaul).

Cercaan itu dituturkan oleh dua siswa yang berbeda 3 tingkat.

Siswa pertama menuturkan hal tersebut beberapa bulan lalu. Ketika saya ‘magabut’ di kelasnya  lantaran semua materi telah selesai. Siswa cantik yang super banyak bicara selama jadwal les, tetapi yang terpandai diantara kawannya; mengajak saya bercengkrama tentang tempat-tempat nongkrong di wilayah sekitar tempat bimbel. Dia dengan santainya menceritakan berbagai tempat yang katanya asik untuk menghabiskan waktu luang, sementara saya menimpali dengan menuturkan tempat nongkrong asik ala saya. Hingga kemudian dia bertanya;

“Miss, aku mau beli pasco aaahhh…. Mau titip gak?”

Saya secara spontan bertanya

“Pasco itu apa?”

karena memang kata itu asing di telinga saya. Dan keluarlah kalimat..

“Ihh…katrok deh gak ngerti pasco.. Helloo… anda dari planet mana?”

Semenjak itu dia mengatakan saya sebagai tentor gak gaul -_-

Mana tahu saya pasco? Mana saya tahu jika si pascco adalah minuman ringan yang dijajakan di rombong-rombong pinggir jalan? Tak jauh beda dengan pop ice yang diblender!

Lalu beberapa saat lalu, ada seorang siswa yang saya tak begitu kenal mengawali monolognya tentang dunia politik tanah air.

Dia secara menggebu-gebu memborbardir saya dengan kisah KPK Vs Polri jilid 2. Katanya kasus ini lebih seru daripada jilidd 1.

Sebagai respon, saya hanya menganga… lalu kemudian saya bertanya..

“Memangnya ada apa dengan KPK dan Porli?”

Jawaban yang saya terima tak jauh beda dengan cap katrok.

“Mbak gak gaul ya? Gak pernah nonton berita? Wah, kasian Indonesia kalo semua warganya kayak mbak. Jangan-jangan mbak gak tahu ya harga BBM udah jadi 7600?”

Ohh… ya yaa… ingin sekali saya mengatakan bahwa saya memang tak pandai dengan kisah KPK dan Porli… Tidak mengerti dengan peperangan dua institusi penegak keadilan di Indonesia itu. Memangnya sekarang saya punya waktu untuk mengamati keduanya? Saya hanya punya waktu beberapa detik untuk melihat judul TL di salah satu medd-sos tentang perang mereka, setelah itu sisa waktu saya habiskan untuk memikirkan bagaimana cara saya mencukupi kebutuhan sebulan ke depan. Memangnya saya anggota KPK dan Porli yang akan mendapatkan gaji bulanan tinggi untuk makan sehari-hari?

Yah.. mungkin dunia politik Indonesia merana jika semua penduduknya ‘tak gaul’ seperti saya, namun betapa menyedihkannya bangsa beberapa tahun ke depan jika semua generasi penerusnya mendefiniskan kata parental saja tak bisa!

hahahaha… ketika kamu menyebutkan angka 7600, SPBU di Indonesia (Jawa mungkin) sudah menjual premium dengan harga 6700 per liter. Ah, jangan-jangan tak pernah membeli bensin sendiri? Berbahagialah tangki motor full karena orang tua, tapi tak perlulah sok menjadi dewa yang mengerti segalanya! You just a shit boy, so shut up your f*ck*’ mouth! (Sorry, God!)

Hei.. kids… maafkan saya yang katrok! Tapi belajar sajalah kalian dengan benar.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s