Aisyah Intan Paramartha

Salah satu gadis sinting  yang menjadi bagian dari angkatan saya adalah Aisyah Intan Paramartha. Jika menilik seseorang dari namanya maka gambaran akan seorang Aisyah adalah cewek manis mungil dengan tutur kata lemah lembut bin sopan. Coba lihat Aisyah yang ini… Jika melihat posenya di beberapa foto, dia terkesan anggun dan macam ukhti-ukhti yang rajin ikut pengajian. Lalu lihatlah sosok aslinya. Sama sekali tidak mungil dan lemah lembut. Tidak ada senyuman malu-malu. Yang ada hanyalah senyuman malu-maluin! Tidak ada kesan cewek muslimah sama sekali. Kesan yang ada hanyalah cewek rame, tetapi tidak urakan.

Ais Babon adalah panggilan teman-teman untuknya. Mungkin karena dia terlalu ‘lincah’ seperti babon. Bagi saya, Ais adalah mahluk dengan bakat yang luar biasa. Bakat membicarakan orang di depan orang tersebut tanpa membuat si korban mengetahui bahwa dirinya tengah menjadi topik pembicaraan. Satu bakat yang tak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Biasanya dia bersama teman mainnya duduk di satu meja kantin jurusan untuk menampilkan bakatnya tersebut. Mengamati mahasiswa-mahasiswa lain yang tengah makan atau sekedar bergerombol, lalu kemudian mulailah menganalisis sosok yang menurutnya menarik. Saat dia bergosip, korban tengah duduk di meja sebelahnya. Tapi dengan santainya Ais tetap memperbincangkan korban. Tanpa berbisik ataupun berbicara super pelan. Dia ngomong seperti ngomong biasa sambil makan atau minum dan bahkan sesekali melihat si korban. Melihat, bukan melirik!

Biasanya orang yang tengah bergosip akan bersikap canggung jika secara tiba-tiba sosok yang digosipkan muncul di hadapannya. Namun hal itu tidak berlaku bagi Ais. Saya yang pernah beberapa kali menyaksikan langsung aksi Ais, benar-benar terpukau. Ketika itu saya dan beberapa orang teman tengah mendengarkan kisah Ais tentang salah satu teman angkatan kami. Lalu di tengah-tengah sesi, subjek di cerita Ais muncul di hadapan kami. Yang Ais lakukan tidak serta-merta diam seribu bahasa dan membuat suasana menjadi kaku seketika, tetapi malah menyapa korban dengan senyuman yang menampakkan lesung pipitnya. Ketika korban meninggalkan kami, Ais melanjutkan cerita yang sempat bersambung tanpa merubah alurnya.  Sempat terlintas di pikiran saya “jangan-jangan saya pun pernah menjadi korban bakat Ais”, tetapi kemudian saya tersenyum karena kalaupun benar saya adalah salah satu korban Ais maka kawan saya itu benar-benar berbakat untuk menjadi seorang intel.

Berkaitan dengan kepandaiannya bergosip di depan si subjek, Ais sangat pintar sekali bermain kata. Salah satunya ketika menerima telepon dari orang yang sedang tidak ingin ia telepon. Misalnya saat Ibunya menelpon. Saat itu kami sedang bersiap-siap untuk mengasisteni suatu mata acara praktikum. Saya tidak mendengar percakapan mereka secara lengkap, tetapi saya tahu bahwa Ais tengah berkilah terhadap ibunya. Tiba-tiba saja Ais berkata, “Aduhhh…Buk….gak kerungu…gak jelas….. weeesssssssssssshhhhhhh wesssshhhhh” klik. Dia memutuskan hubungan telepon lalu meninggalkan ruang asisten menuju laboratorium. Hebat.

Bakat lain yang ada di dalam dirinya adalah makan. Saya pernah menghabiskan satu hari bersamanya dimana hal yang kami lakukan sepanjang hari tersebut adalah makan. Niat awal perjalanan adalah ke Purwodadi untuk mencari literatur lalu ke Malang untuk mengunjungi tempat kerja praktiknya. Namun dua hal tersebut adalah aktivitas selingan dari acara berburu kuliner. Jeda waktu antara makan ini dan itu tak sampai 6 jam. Bukan makanan kecil macam gula-gula, tetapi makanan berat. Berat banget malah! Dia memang mengatkan “kenyang, rek” setelah menyantap satu makanan, tetapi setelah beberapa menit tangannya kembali meraup klenikan yang ada di hadapannya. Cara makannya itu tidak seperti manusia rakus, tetapi manusia yang memang suka makan. Melahap makanan tanpa mengunyah cepat-cepat lalu kembali memasukkan makanan ke dalam mulutnya bukanlah cara makan Ais. Dia mengunyah dengan semangat, bukan cepat-cepat. Memasukkan makanan setelah mulutnya kosong. Inilah yang saya katakan sebagai bakat suka makan. Sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan gragas! 🙂

Pecinta kucing adalah karakter Ais yang tak saya suka. Dia hoby sekali makan di kantin jurusan yang menurut saya lebih mirip kebun kucing. Lalu sembari makan (plus ngegosip) dia pasti melemparkan potongan lauk atau kerupuk ke arah kucing-kucing yang tengah menanti diberi umpan. Ini juga yang menjadi alasan mengapa saya jarang sekali mau jika Ais atau beberapa teman dekatnya mengajak makan bareng di kantin jurusan. Kucing-kucing pasti mengelilingi. Pernah sekali saya mendengar ia berbicara melalui telepon. Nada bicaranya macam seorang ibu terhadap anak bayinya. Saya fikir saat itu dia tengah bercakap-cakap dengan adik atau salah satu keluarganya di rumah. Setelah saya mendengar lebih lanjut, ternyata dia sedang bercanda dengan Kimpul. Edan….ngomong kok karo kucing! Giliran ditelpon emaknya diputus, ditelepon kucing senengnya minta ampun! Yaaa…namanya juga cinta 😉

Ais babon memang bukan sosok yang menjadi teman main saya karena arena bermain kami sangat berbeda. Namun ketika saya menghabiskan waktu di arena bermainnya, saya jadi mengetahui bahwa Ais adalah Ais. Dia tidak perlu menjadi Juliet hanya untuk menarik hati seorang Romeo. Dia tidak perlu menjadi Juli untuk tampil di depan Romi. She just Aisya Intan Paramartha. Ais yang kata beberapa teman dekatnya adalah sosok yang nakal dan suka berbohong pada orang tua. Ais yang suka ngegosip. Ais yang juga suka menonton beberapa judul drama Korea. Ais yang suka kelayapan kemana mana. Apapun dan bagaimanapun, she always Aisyah Intan Paramartha.

Ais Babon 🙂

my created for one of my friends


6 comments on “Aisyah Intan Paramartha

  1. It’s appropriate time to make some plans for the future and it is time to be happy. I’ve read this post and if I could I want to suggest you few interesting things or suggestions. Maybe you can write next articles referring to this article. I want to read more things about it!

  2. Hello there! This is kind of off topic but I need some help from an established blog. Is it tough to set up your own blog? I’m not very techincal but I can figure things out pretty quick. I’m thinking about setting up my own but I’m not sure where to start. Do you have any tips or suggestions? Appreciate it

  3. I think that is one of the so much significant information for me. And i’m satisfied reading your article. However wanna commentary on few general issues, The website style is great, the articles is actually nice :D. Excellent job, cheers.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s