Cemud Item itu Juventini

Hitam pekat seperti kopi tubruk!! Itulah warna kulit pemilik nama Saikul Mahmud. Teman laki-laki saya yang tergolong rusuh. Hobynya nonton film bokep, download film bokep, dan ngomongin film bokep. Mukanya saja mirip eskpresi bintang film bokep. Karena itulah dia pantas menyandang predikat Mr. Bokep 2007. Heheheheheehehehe…… Meskipun hobby nonton, download, dan ngomongin film bokep, Mahmud selalu taat melaksanakan shalat lima waktu (gak tahu lagi kalo dia sedang berada di rumah, pokoknya yang saya lihat di jurusan dia gak pernah gak shalat).

Saya mengenal Mahmud sejak pertama kali ikut ospek jurusan karena kami satu kelompok dan dia adalah ketua kelompok saya. Astaghfirullah… seandainya dulu saya mengetahui bahwa ketua kelompok saya adalah pecinta berat BF maka saya tak akan segan untuk minta tukar kelompok pada senior. Seandainya permintaan saya pada senior itu ditolak maka rencana saya adalah memanfaatkan kelebihan kawan saya itu dengan cara menimba sedikit ilmu darinya. Untuk apa? Jangan berfikir yang macam-macam dulu!!! Pengetahuan tersebut bisa saya gunakan untuk menghadapi prestes salah satu praktikum yang akan saya jalani di semester tiga.

Saat itu ada materi praktikum Urogenital dimana asistennya terkenal agak kereng. Bukan karena si asisten itu punya skill yang untouchable, melainkan karena si asisten mengharuskan semua jawaban prestes sama dengan apa yang dituliskan oleh buku!! Meskipun jawabannya benar tetapi dituliskan dengan kalimat yang berbeda dari literatur rujukannya maka nilai yang didapat tak akan sempurna… sial-sial gak dapat nilai! Karena itulah, hanya ada segelintir bocah yang lolos dari pretes asisten tersebut sehingga tak perlu mengikuti yang namanya praktikum susulan. Dan Mahmud adalah salah satu dari mereka yang lolos pretes dengan nilai yang tak hanya di batas minimal tetapi juga nyaris maksimal dimana setelahnya kawan-kawan saya selalu mengatakan dialah Mr. Urogenital dan semua prestasinya itu dia katakan karena film-film bokepnya!!!! DODOLLLLLL

Selain film bokep, dia juga penyuka beberapa drama korea dan salah satu drama korea kesukaannya adalah Sassy girl Chunyang. Kalau drama yang ini sayapun suka, karena itulah ketika saya tahu dia sedang mendownload serial tersebut sayalah yang mengobrak-ngobrak dia untuk segera menyelesaikan serie yang didownloadnya supaya saya bisa minta dan menonton sampai selesai!!!! Makasih untuk Chunyangnya ya, Mud…….

Selain satu kelompok ospek, kami juga pernah satu kelompok di beberapa mata praktikum yang kebetulan di lakukan pada semester yang sama. Karena saat itu kami masih berstatus mahasiswa baru maka setiap hendak mencari bahan praktikum atau survey tempat, setiap kelompok diharuskan memiliki delegasi untuk mencari bahan ataupun survey tempat dimana kelompok saya selalu menjadikan Mahmud sebagai wakilnya. Karena itu pulalah saya harus menghaturkan terimakasih yang besar lantaran Mahmud (mungkin terpaksa) mau keluar kota setiap akhir pekan hanya untuk beberapa jenis tanaman perintis.

Beberapa kali Mahmud pernah mengeluh mengenai tempat menyelesaikan tugas kelompok kami. Dia kurang setuju karena setiap ada tugas kelompok praktikum, seperti membuat herbarium, selalu dikerjakan di rumah kos saya atau lebih tepatnya di kamar kos saya sehingga mau tak mau dia tak bisa ikut menyelesaikan tugas tersebut. Saya benar-benar tak ada maksud untuk tidak mempersilahkan Mahmud membantu menyelesaikan tugas kelompok kami, sungguh!! Tapi pilihan tempatnya saat itu antara jurusan, aula asrama, atau kosan. Jelas saya menolak jurusan karena di sana banyak kucing! Saya benar-benar tak mau dekat-dekat dengan kucing… apapun alasannya. Aula asrama kampus sebenarnya pilihan yang tepat, tetapi masalahnya untuk ‘bermain-main’ di aula tersebut harus ada mahasiswa yang tinggal di asrama dan saat itu anggota kelompok kami yang tinggal di asrama sedang pulang kampung.

Akhirnya dipilihlah rumah kos salah satu orang dan teman-teman entah mengapa memilih kosan saya….. Hasilnya si Mahmud hanya dapat menunggu di teras rumah dimana sesekali ia mengintip melalui jendela kamar yang memang sengaja saya buka. Untuk semua ketidaknyamanan yang pernah saya lakukan terhadap Mahmud selama kami satu kelompok praktikum…. Saya benar-benar meminta maaf dari lubuk hati yang paling dalam…… Maafkan saya ya, teman… Sesama Juventini harus saling memaafkan, bukan???!!!

Satu hal yang membuat saya merasa tersinggung pada Mahmud. Itu terjadi ketika dia sedang dikejar deadline untuk mengumpulkan laporan. Dia sibuk mencari contekan laporan ke teman-teman angkatan, namun sialnya beberapa teman yang ia hubungi tak punya kopian contekan dan laporan mereka telah berada di tangan asisten masing-masing. Karena prinsip saya harus selalu menolong sesama Juventini maka saya menawarkan bantuan terhadap Mahmud. Laporan saya sudah selesai, tetapi masih akan dikumpulkan empat hari kedepan. Karena itulah saya menawarkan laporan tersebut untuk Mahmud kopi. Namun dengan kurang ajar dia menolak laporan saya! Laporan yang saya buat dengan sepenuh hati itu ditolak oleh seekor Cemud! Laporan yang tak pernah saya kotori dengan contekan itu ditolak oleh Cemut ITEM!!!

“Gak usah, Mei! Aku tak golek laporan arek-arek liane ae!!”

Kurang Ajar!!! Memangnya laporan saya sangat buruk sehingga Mahmud tak mau menconteknya? Satu-satunya orang yang saya tawari untuk mengkopi laporan saya adalah satu-satunya orang yang menolak laporan tersebut! ASEM!

Saat saya menanyakan kenapa ia menolak laporan saya yang tidak buruk itu, Mahmud mengatakan;

Percuma aku ngopi laporanmu, Mei. Mari tak kopi paling mek tak dhellok tok!! La wong bingung arep ngeresume sing endi!! Mankane ta… gawe laporan ojok melet-melet…. Hemat kertas, Mei!!”

Hahahahahahahahahahahaha…. rasanya ingin sekali tertawa saat mendengar alasannya menolak laporan saya itu. Sakit hati sih karena ditolak, tetapi ingin tertawa juga saat mendengar alasannya. Dasar Cemut Item!

Tidak banyak waktu di kampus yang habiskan dengan si Cemut (ngapain juga ngabisin waktu sama mahmud?? Buang-buang waktu aja!!! ;)), tapi setidaknya ada sosok Juventini yang saya kenal di kampus sehingga ada saat kami berdiskusi bersama tentang The Old Lady. Saya tak tahu berapa persen kadar cintanya pada Juventus, tetapi saya harap dia tetap selalu menjadi Juventini. Ieri, Oggi, Domani, Sempre… Forza Juventus!!!!

Bahkan foto yang diambil secara sembunyi-sembunyi pun menampakkan kemesuman Cemud 🙂

Advertisements

10 comments on “Cemud Item itu Juventini

  1. I’ve been browsing online more than 3 hours today, yet I never found any interesting article like yours. It’s pretty worth enough for me. Personally, if all web owners and bloggers made good content as you did, the internet will be much more useful than ever before.

  2. you’re in reality a excellent webmaster. The website loading velocity is incredible. It sort of feels that you’re doing any distinctive trick. Furthermore, The contents are masterpiece. you’ve done a fantastic process on this topic!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s