Fotografer Angkatan

Byan Arrasy Arraniri. Rangkaian nama yang menurut saya cantik. Pertama kali saya membaca nama-nama teman angkatan, nama itulah yang sedikit mencuri perhatian saya. Ketika saya mulai menyelidiki si pemilik nama, pikiran saya adalah “Oh, itu toh anaknya. Not bad lah”. Tapi bagi saya, namanya jauh lebih cantik daripada orangnya.

Bian adalah salah satu laki-laki yang mengisi pasukan abnormal tapi keren 2007. Seperti biasa, tahun pertama adalah tahun perkenalan antara saya dan teman-teman angkatan. Di tahun pertama ini saya tidak mengenal Bian. Saya hanya mendengar kabar bahwa Bian adalah seorang playboy dan menurut saya tak ada yang istimewa dari kisah seorang playboy karena Bian bukan satu-satunya playboy yang pernah saya ketahui. Benar atau tidaknya kabar tersebut, saya tak tahu & tak mau tahu.

Di tahun kedua Bian adalah selebritis jurusan. Hubungan asmaranya dengan salah satu teman angkatan adalah salah satu fenomena kampus. Bukan karena mereka pasangan yang mengumbar foto-foto mesra, melainkan karena ‘keromantisan’ mereka yang sangat tidak wajar. Jika pasangan lain saling bergandengan tangan saat berada di depan umum, Bian dan pasangannya melakukan gandengan tangan dengan rambut atau tangan dengan leher. Fenomena bukan? Sayang, saat dimana ‘keromantisan’ tersebut berlangsung saya tidak sempat mendokumentasikannya. Pertama karena sedang tidak membawa kamera. Kedua karena saya menyadari bahwa masalah itu murni privasinya dan saya sama sekali tak punya kapasitas untuk ikut campur mengenai ekspresi cintanya tersebut meskipun hanya sekedar memotret!

Seperti kata orang, just left the past and see tomorrow because the sun will come out. Cerita cinta abnormalnya di tahun kedua adalah salah satu masa lalu yang tak perlu diungkit-ungkit karena hari-hari berikutnya telah menyediakan banyak tugas untuk Bian. Setelah sering melewatkan kelas kuliah, Bian mulai menata dunia mahasiswanya. Mulai datang ke kampus pukul 09.25 untuk menghadiri kelas yang dimulai pukul 09.30. Bahkan terkadang ia meminta untuk di bangunkan oleh teman-teman supaya tidak lagi melewatkan kelas kuliahnya. Saat kami berada di satu kelas mata kuliah pilihan yang sama, dia juga sering meminta diingatkan atau mungkin diberitahu tentang tugas yang harus dikumpulkan. Di saat ini pulalah saya mengetahui bahwa Bian hoby memotret. Tak hanya doyan menjepret seperti saya, tetapi juga memahami bahasa fotografi. Dia adalah fotografer murni. Tidak pernah minta difoto saat sedang memfoto 😉

Hal yang saya suka dari Bian adalah on time. Sikap langka di angkatan 2007. Ketika kami hendak melakukan praktikum tamu di salah satu universitas negeri di Surabaya, dia yang kebetulan menjadi sopir saya benar-benar telah berada di area penjemputan di waktu yang telah kami sepakati sebelumnya. Saya memang tidak memikirkan apakah Bian akan datang tepat waktu atau ‘sedikit’ molor seperti teman-teman kebanyakan, tetapi kedatangannya yang tak ngaret itu tetap membuat saya takjub. Ditambah lagi saat itu kondisi sedang hujan, meskipun bukan hujan badai yang deras tetapi kebanyakan teman saya pasti akan mengirimkan SMS “Berangkatnya nunggu hujan reda ya?”. Bagus kalo redanya 10 menit kemudian, kalau redanya 10 tahun kemudian? Karena itulah saya sangat mengapresiasi sikap Bian yang bisa menghargai waktu.

Jika ada yang mengatakan bahwa suatu kebetulan belaka jika Bian bisa tepat waktu karena hampir di semua kelas kuliah dia terlambat maka yang bisa saya katakan adalah karena Bian tidak menyukai lingkungan kuliahnya. Mungkin dia tertarik dengan bidang studinya, tetapi orang-orang di sekitarnya tidak membuat ia nyaman berada di sana. Saya fikir Bian merasa dipersona nongratakan saat berada di antara teman-teman kampus. Entah apa penyebabnya, saya kurang tahu. Yang jelas, seseorang tak akan pernah betah berlama-lama diantara orang-orang yang memandang rendah dirinya. Siapapun mereka, tak hanya Bian. Kalau ditanya lagi mengapa Bian tetap datang ke kelas kuliah, argumen saya adalah karena dia bertanggung jawab terhadap kewajibannya. Paling tidak dia masuk kelas sehingga biaya SPP tidak sia-sia.

Penjelasan tersebut bisa saya jabarkan karena saya telah beberapa kali memiliki janji dengan Bian dimana ia selalu datang tepat waktu. Tidak ngaret. Pertama karena janji kami ini menyangkut dunia yang ia suka dan kedua karena ia tidak diperlakukan antara ada dan tiada. Waktu dimana saya dan beberapa teman hendak melakukan foto bersama adalah pembuktian bahwa Bian adalah salah satu sosok yang bisa menghargai waktu. Baguslah…karena fotografer adalah salah satu pekerjaan yang harus benar-benar memanfaatkan waktu. Bahkan detikpun sangat berharga untuk seorang fotografer.

Ada satu waktu dimana kepercayaan saya terhadap seorang Bian tengah diuji. Waktu dimana saya dan beberapa orang teman (termasuk Bian) merencanakan untuk membuat dresscode kelompok kecil kami. Saat itu saya memercayakan orderan dresscode kami (jaket) kepada Bian. Beberapa orang teman sempat berkata

“Kamu yakin Mei, nyuruh Bian ngurusin?”.

Saat itu saya menjawab

“Yakin. Memangnya kenapa? Kalau kamu mau, kamu aja yang urus. Gak apa kok kalau memang kamu bisa”.

Akhirnya setelah saya meyakinkan keraguan teman-teman, Bian resmi bertanggung jawab terhadap dresscode kelompok kecil kami itu. Namun seperti biasa, di tengah-tengah perjalanan pembuatan ada berbagai kendala dan ranjau yang membuat dresscode kami sempat tertunda dan nyaris batal. Bian tiba-tiba menghilang entah kemana dengan DP yang telah saya berikan. Dan di saat yang bersamaan saya harus meninggalkan Surabaya untuk suatu hal sehingga tanggung jawab keuangan saya alihkan pada teman yang berdomisili di Surabaya.

Karena tidak ada kejelasan dari Bian mengenai keberadaanya serta progress report dresscode kami, maka saya pun mulai berfikiran yang bukan-bukan tentangnya. Saya jadi parno. Ditambah lagi beberapa manusia yang menyalahkan saya karena memercayakan masalah ini ke tangan Bian. Sehingga saya memaki Bian di laman grup kami. Saya bahkan menyuh-nyuruh dia untuk menjual kameranya. Hhiikkkssss…benar-benar emosi.

Saya sendiri kurang tahu mengapa Bian tiba-tiba menghilang seolah-olah ia membawa kabur uang teman-teman yang tak seberapa jumlahnya. Tapi syukurlah, masalah tersebut bisa diselesaikan. Dresscode kami tetap ada dengan hasil yang memuaskan. Ketika jaket itu telah berada di tangan saya, Bian sempat berkata

Bagus kan jaketnya, Mei? Gitu kemarin aku dimarah-marahin!

Yaaa….saya sadar bahwa omelan saya itu keterlaluan dan meskipun saya telah meminta maaf secara langsung pada Bian, di halaman ini pun saya ingin meminta maaf atas postingan jelek saya di laman grup kami. Benar-benar minta maaf, Bi!  🙂

Tapi saran saya, jangan lagi menghilang tanpa kabar jika membawa-bawa uang orang karena yang namanya manusia pasti berfikir kamu kabur dengan membawa uang mereka. Lebih baik mengatakan alasan sebenarnya daripada tidak menggubris SMS atau telepon dari mereka.

Over all…Serius Bi….namamu itu bagus banget! Saya sangat menyukainya. Karena saya suka namamu yang bagus itu, Saya doakan kamu bisa menjadi fotografer handal yang tetap setia dengan waktu. Kalau sudah terkenal dan saya butuh jasa fotografer, kasih diskon gede ya…. 😉

He called Bian

Khas Bian Kalo difoto. Memang ya...orang ganteng gak perlu sok ganteng 😉

Advertisements

2 comments on “Fotografer Angkatan

  1. I was suggested this website by my cousin. I am not sure whether this post is written by him as nobody else know such detailed about my trouble. You’re amazing! Thanks!

  2. Amazing blog! Do you have any recommendations for aspiring writers? I’m planning to start my own blog soon but I’m a little lost on everything. Would you suggest starting with a free platform like WordPress or go for a paid option? There are so many options out there that I’m totally overwhelmed .. Any ideas? Bless you!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s