Miss Drama Quen

Pertama kali melihat sosoknya saya berfikir betapa jahatnya wanita yang ada di depan saya ini. Gadis berkacamata dengan pandangan sinis. Tidak ada senyum simpul, hanya sebatas pandangan dingin dari ujung kepala hingga ujung kaki. Tidak ada kesan humoris, yang ada hanya sikap serius nan menantang. Satu kata mungkin yang bisa saya berikan. Perfeksionis!

Lalu perlahan-lahan jika kita mulai mengenalnya ia lumayan bisa diajak bercanda. Bisa tersenyum dan tertawa ngakak. Meskipun kadang-kadang di ujung senyumnya masih menyimpan sikap sinis, setidaknya otot-otot di wajahnya itu tidak begitu tegang. Kalau dilihat dari tugas-tugasnya, sangat jauh dari perfeksionis…. sosok yang cukup fleksibel ternyata!

Sebagai orang yang hanya sebatas mengetahui keberadaannya, saya tak bisa banyak memberikan penilaian. Tak ada memori khusus tentang dia di otak saya. Tak ada percakapan intens antara saya dan Yuni. Kalaupun kami sempat bercakap-cakap di beberapa kesempatan, percakapan tersebut hanya sebatas mengisi waktu luang. Namun dari beberapa kali percakapan tidak penting yang terjadi diantara kami, saya menilai bahwa Yuni adalah sosok yang rajin plus drama quen.

Saya katakan rajin karena dari semua teman-teman dekatnya, dialah orang pertama yang datang ke kelas mata kuliah yang diikutinya. Dan dia adalah salah satu dari puluhan punggawa Owl yang mencatat penjelasan dosen.

Mungkin jika dikaitkan dengan sikap rajinnya, Yuni adalah orang yang mau belajar dan mengajar. Inilah yang saya suka. Jika ada suatu materi yang tak ia ketahui ia akan bertanya pada siapa saja dan dimana saja. Tidak hanya bertanya pada mereka yang memiliki kemampuan di atas rata-rata, tetapi juga kepada mereka yang berkemampuan pas-pasan. Tidak merasa sok pintar atau sok bodoh. Just ordinary people! Dan kalau seseorang bertanya padanya tentang sesuatu, dia tak akan pernah mengatakan “Loh, aku gak tahu!”. Jika ia tahu ia akan menjawabnya, jika tidak tahu maka pertanyaan seseorang itu juga menjadi pertanyaannya yang berarti ia turut mencari tahu dengan cara bertanya pada kawan lain. Artinya adalah mau belajar untuk tahu!

Sikap mau belajarnya memang bagus, hanya saja caranya yang kurang bagus. Seperti yang saya katakan sebelumnya bahwa dia akan bertanya pada siapapun dan dimanapun, kalau perlu datang ke rumah nara sumber. Tapi setelah dia tahu dan mengerti, dia cenderung melupakan nara sumbernya. Ibarat pepatah, habis manis sepah di buang. Saat membutuhkan seseorang dia akan menjadi sangat ramah, tetapi setelah tidak membutuhkan sikap cueknya benar-benar sangat kentara.

Waaahhh.. saya suka sikap mu yang mau belajar, Kawan! Tapi maaf, saya sangat tidak suka dengan ‘habis manis sepah dibuang’!

Sementara itu, Maksud dari drama quen sendiri bukan pecinta drama atau hoby akting melainkan terlalu berlebihan saat menghadapi suatu kondisi. Saat menghadapi suatu masalah (entah apa jenisnya), tiba-tiba saja kawan angkatan saya ini mengirimkan pesan singkat yang isinya permintaan maaf. Sangat melankolis seolah-olah itu adalah pesan terakhirnya. Isi SMS nya kira-kira begini (saya tak hafal 100%),

Teman-Teman, maafin aku ya kalo aku ada salah. Aku cuma manusia biasa yang tak luput dari hilaf. Semoga Allah memudahkan jalan kita semua. Amin

Saya sempat khawatir akan SMS nya tersebut. Namun saat saya menanyakan hal itu pada salah satu teman dekatnya yang kebetulan juga teman bangku SMA nya, jawaban yang saya dapatkan adalah

Dia memang gitu kok, Mei. Agak lebay kalo lagi ada masalah. Paling sekarang mikirin TA nya. Gak usah terlalu dipikirin

Terbukti. Setelah melewati sidang TA, rasa senangnya pun sangat kentara. Bahkan kelewat senang.

Saya sama sekali tidak keberatan bagaimana dia mengekspresikan perasaan atau pikirannya karena setiap mahkluk Tuhan memiliki caranya berekspresi. Namun jika saya boleh memberi saran atau mungkin kritik… sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, kawan. Terlalu meratapi kesusahan adalah ciri mereka yang putus asa, sedangkan antusias yang berlebihan akan mendekatkan diri kita pada kesombongan dan Tuhan sama sekali tak menyukai hambaNya yang besar kepala.

Satu hal lagi sebenarnya yang kurang saya sukai dari Yuni… Kenalan saya yang satu ini kerap kali mengeluarkan komentar ‘iya’ tentang suatu hal yang belum ia ketahui. Berpendapat memang hak dia sebagai warga negara, tetapi pendapatnya yang kerap kali sependapat itu menandakan bahwa dia kurang memiliki prinsip. Bukankah pendapat itu tidak harus sepaham dengan suatu pernyataan?

Seandainya ia membaca tulisan ini mungkin ia akan seperti kawan saya yang lain… langsung mengupdate status FB. Mengatakan bahwa seseorang telah memberikan penilaian sok tahu tentang dirinya.

Jika penilaian saya memang salah, saya mau memperbaikinya. Tapi jika yang saya katakan benar, saya harap saat kami bertemu (beberapa tahun) ke depannya dia tetap ‘just ordinary people’ yang berprinsip 🙂

The Drama quen

One comment on “Miss Drama Quen

  1. Hey There. I found your blog using msn. This is a really well written article. I will make sure to bookmark it and return to read more of your useful info. Thanks for the post. I will certainly return.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s