Putri Bali Yang Religi

Ni Ketut Dewi Indrayati. Cewek Bali tulen yang besar di Surabaya. Salah satu skuad 2007 yang punya tampang foto model. Cantik dan enak dilihat. Gak seksi sih, tapi jika saya laki-laki maka melihat Ketut bisa dibilang sebagai salah satu cara cuci mata (huhhh…semoga yang punya nama gak GR atas pujian saya itu ;)).

Dewi, atau saya biasa memanggilnya Ketut, bukan teman main saya selama di luar kampus tetapi saya cukup banyak mengetahui sikap dan lakunya. Sebagai seorang hamba Tuhan, dia adalah pribadi yang tergolong taat beribadah. Seandainya dia muslim, maka dia adalah muslim yang tak pernah lalai menjalankan shalat lima waktu. Setiap akhir pekan, dia tak pernah lupa sembahyang di pura sehingga jika ada acara angkatan atau jurusan yang dilangsungkan hari minggu pagi, dia selalu izin untuk tidak sedikit datang terlambat. Bahkan ketika kami masih mengikuti acara ospek jurusan, dia berani meminta izin pada senior untuk datang terlambat di hari terakhir ospek (yang kebetulan adalah hari minggu) dengan alasan sembahyang. Alasan yang menurut saya tak semua orang akan menggunakannya dengan sungguh-sungguh. Jangankan dia sebagai umat hindu yang sembahyangnya hanya seminggu sekali, beberapa teman muslim saya saja terkadang menggunakan shalat sebagai alasan untuk izin dari suatu acara tanpa benar-benar menunaikan shalatnya. Karena itulah saya mengatakan bahwa Ketut adalah seorang yang religius.

Di salah satu halaman cerita ini saya pernah menuturkan bagaimana kawan-kawan angkatan saya menjadi begitu menyebalkan dengan membentuk beberapa kelompok bermain (KB). Dan Ketut adalah anggota dari  salah satu dari kelompok bermain tersebut. Namun, lagi-lagi karena ia adalah sosok yang patuh terhadap Tuhan, sikapnya terhadap teman-teman lain tidak begitu menyebalkan. Jika ingin menanyakan tugas yang asisten sampaikan kepada salah satu dari kelompok bermain tersebut, maka saya akan menanyakannya pada Ketut. Jika ingin meminta file kuliah yang dosen berikan pada salah satu kelompok bermain, maka saya akan memintanya pada Ketut. Mungkin dia agak sedikit terbawa sifat tidak menyenangkan teman-teman mainnya sehingga sesekali saat memberikan file kuliah atau informasi pada saya ataupun teman-teman lainnya dahinya sedikit berkerut dengan diiringi desahan nafas panjang. Tapi itu hanya di awal-awal… setelahnya.. dia tetaplah seorang yang berbudi pekerti.
Tidak pernah memilih-milih teman kelompok presentasi ataupun tugas kelompok lainnya, tidak pernah memilih-milih teman yang hendak diajak berbicara, tidak memilih-milih teman yang hendak ditongkronginya, dan tidak memilih-milih teman yang hendak diajak makan.

Sosok yang menyenangkan menurut saya.

Saya semakin mengenal sosoknya karena sejak tahun ketiga, kami nyaris selalu berada di setiap kelas karena bidang minat studi kami sama.

Hal lain yang saya suka dari seorang Ketut adalah dia tidak pernah menjelekkan-jelekkan seseorang yang telah membuatnya kesal di mata publik. Ketidaksukaannya akan sesuatu selalu dia tutupi dengan perkataan datar atau alasan-alasan tertentu. Contohnya adalah ketika dia dan partner ngelabnya sedang giat-giatnya bekerja. Saya, yang saat itu tengah giat-giatnya memanfaatkan fasilitas WIFI kampus, kerap kali menjadi teman sementara Ketut di laboratorium kami tercinta. Sementara saya sibuk di dunia maya, Ketut melakukan kerja labnya seorang diri selama beberapa jam. Saat bertanya akan ‘kesendiriannya’ itu, jawabannya hanyalah “Sebenarnya aku janjian sama ‘temenku’ jam 9, tapi mungkin dia lupa”.

Selalu saja begitu! Setiap kali janjian ngelab bersama,  yang saya dapati hanya seorang Ketut, dan jawaban yang saya terima mengenai keberadaan teman ngelabnya selalu saja sama. Seandainya saja pertanyaan itu saya ajukan pada si hajjah kemplo atau teman-teman lainnya, mungkin jawaban yang saya dengar adalah “Embohhh… arek iku ncen ngaret tok!! Aku wes tekko ket mau!! Janjiane lo jam wolu, saiki wes jam sewelas! Ancen arep dikaplok kok!!” Hehehehehehehheee…. berbeda sekali bukan? 🙂

Orang lain mungkin beranggapan bahwa dia adalah sosok yang baik, tapi lebih dari itu seseorang yang bisa bersosialisasi dengan siapapun tanpa pernah bersilat lidah atau mengatakan sesuatu yang tidak baik di saat bersosialisasi adalah sosok yang masih mengingat Tuhan. Entah disadari atau tidak, jika kita benar-benar mengingat Sang Pencipta (benar-benar dan sungguh-sungguh) maka semuanya akan tercermin pada sikap sehari-hari.

Namun pernah suatu saat saya berfikir bahwa sebenarnya Ketut terlalu baik sampai-sampai saya bingung apakah sikapnya itu adalah kebaikan atau kebodohan. Saat dimana saya melihat dia diperlakukan sangat tidak baik oleh orang yang dia sebut sebagai pacar. Dia ditampar… rambutnya dijambak… lehernya dicekik… tangannya dipelintir… di caci maki pula.. dan itu semua diterimanya dihadapan publik! Tak hanya teman-teman angkatan, tetapi juga beberapa senior. Baik (bodoh) nya dimana? Setelah semua perlakuan itu, Ketut masih saja berpacaran dengan si tengil! Haduhhhh….. Jadi bingung kan nilainya… baik atau bodoh? Saya sih tidak tahu kelanjutan sinetron yang diperankn oleh Ketut dan pacarnya itu, yang saya tahu saat ini adalah hubungan mereka tak lebih dari sekedar teman satu angkatan dan Ketut sudah memiliki orang lain yang dianggapnya sebagai pacar.

Saya masih bisa merasakan bahwa sebenarnya Ketut masih merasa sedikit tak nyaman jika berada di dekat mantan main sinetronnya itu karena saat saya berada diantara mereka berdua, percakapan yang tercipta seolah-olah hanya berjalan antara saya dan Ketut atau saya dan mantannya. Kaku banget! Tapi lagi-lagi karena Ketut adalah sosok yang baik dan seorang yang mempercayai Tuhan dalam segala aspek kehidupannya maka saya melihat caranya untuk tetap tersenyum merupakan sikap baik pada orang yang sempat menganiaya dirinya. Rasa sakit hati itu pasti ada, tetapi kepercayaannya yang besar akan Tuhannya membuat dia menjadi sosok yang kuat dan berusaha dengan sekuat tenaga pula untuk selalu bersikap baik yang dalam hal ini adalah memaafkan 🙂

Jika membaca dari paragraf awal, sepertinya orang akan mengira bahwa Ketut adalah seorang Malaikat. Gak lah… diapun manusia… sama-sama diciptakan dengan nafsu yang berujung pada hilaf atau salah. Dia juga pernah menggosip kok! Ketut juga pernah marah-marah. Pernah mencaci maki. Pernah nakal dan mungkin saja pernah berbohong.

Yang tidak saya sukai dari seorang Ketut adalah dia itu suka sekali bawa-bawa barang dagangannya ke kampus yang membuat saya jadi gatel!!!!! Gatel banget dehh kalo sampe gak beli!! Mulai dari bros sampe celana!! Behhh….. Sudah gak terhitung berapa kali Ketut merongrong saya untuk memborong dagangannya!! Tapi lumayan, karena saya termasuk salah satu membernya kadang-kadang saya dikasih harga spesial! Kadang-kadang sihh.. karena itulah setelah ini saya akan menuntut hak saya sebagai pelanggan tetap untuk mendapatkan harga yang super spesial… hehehehehehehe….boleh ya, Ketut???!!!

Saya tidak tahu bagaimana ia menilai saya… saya tak mau tahu karena di halaman-halaman ini yang berhak memberikan penilaian adalah saya… bukan orang lain! Tapi bagaimanapun pendapat seorang Ni Ketut terhadap saya, saya tak peduli.

Seandainya pendapatnya tentang saya miring, saya mau kok meluruskannya… Jika ada hal yang membuat Ketut tak suka akan keberadaan saya maka saya meminta maaf atas ketidaksukaannya itu. Jika ada luka tidak sengaja yang pernah saya buat untuknya, saya pun mohon ampun untuk luka tersebut. Yang penting saya bisa belajar bagaimana caranya menjadi seorang mahkluk Tuhan yang hidup diantara makhluk-makhluk lainnya. Untuk itulah saya bersyukur bisa menpelajarinya dari seorang Ni Ketut Dewi Indrayati.

3 comments on “Putri Bali Yang Religi

  1. You could definitely see your enthusiasm in the work you write. The world hopes for even more passionate writers like you who are not afraid to say how they believe. Always follow your heart.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s