The Number One

 

 

Dont judge something from this cover!

Itu pulalah yang menjadi penilaian saya pada seorang Teguh. Pertama kalinya dia melontarkan kalimat pada saya adalah ketika kami sedang mengikuti acara ospek jurusan yang disebut KORAL. Saat itu tiba-tiba saja dia berkata pada saya

Apa sih yang ada di pikiran senior-senior itu? Memangnya mereka pikir shalat itu mau menyembah siapa? Dasar senior gak punya otak Blablablablablablablablabla….

Pikiran saya saat itu adalah

duhhh…… anak ini cerewet banget sih! Kalo gak suka sama senior, kenapa gak bilang aja di depan mereka? Kok ngedumelnya di depanku? Dasar cemen. Ini nih calon mahasiswa tukang demo!!!

Jujur saja saya kesal dengan celotehan si Teguh.. Panas-panas, baru disemprot senior, perut kosong, keringet dimana-mana, dan kuping dijejelin sama gerundelan orang yang bahkan saya tak tahu siapa namanya. Alhasil… migrant menari-nari di sisi kanan kepala saya!!!!
Ternyata oh ternyata….. Teguh bukanlah mahasiswa tukang demo seperti penilaian pertama saya. Bagaimana mau ikut orasi jika berbicara untuk presentasi kelas saja ceket-ceket layaknya VCD bajakan 5 ribuan!!!

Teguh Widiarso. Satu dari sedikit laki-laki di angkatan 2007. Tidak banyak cerita yang bisa saya publish tentangnya karena sejak awal masuk hingga ia lulus, kisahnya adalah ceceran nilai A untuk setiap kelas yang diikutinya. Satu kata yang mungkin bisa disematkan padanya “He’s Clever”. Ya, dia pintar. Sayang, dia hanya pintar untuk dirinya sendiri. Dia tahu tentang perkembangan iptek dan kemajuan zaman, tetapi semuanya terendap di dalam tempurung kepalanya sehinggga tak ada satupun yang tahu bahwa sebenarnya dia briliant.

Ok, dia brilliant, dia pintar, dia pandai….. brillian dalam menganalisis masalah sosial. Pintar dalam menjawab semua ujian ataupun kuis-kuis dadakan. Pandai pula melepaskan diri dari tanggung jawab.

Coba saja berikan pertanyaan padanya menyangkut krisis ekonomi atau politik di tanah air maka bukalah telinga kalian lebar-lebar untuk mendengar jawabannya dengan kalimat yang sangat terstruktur. Kalimat yang tak akan pernah dia ucapkan jika berada di antara kerumunan orang, karena jelas sekali dia sangat jarang berkerumun.

Nilai A sudah pasti dengan mudah dia dapatkan saat ujian. Meskipun saya tak tahu apa aktivitasnya selama 24 jam penuh, tetapi saya yakin bahwa dia sangat berusaha keras menghafal semua materi kuliah selama berada di kamar kos (asrama). Jangan pernah tanyakan buku catatan kepadanya jika tak ingin sakit mata atau bahkan mengalami kebutaan. Pernah sekali saya hendak meminjam buku catatannya…. ketika dia menyodorkan sebuah buku tulis kecil, saya perlu 30 menit untuk menerjemahkan sebaris kalimat yang ia tuliskan di lembaran kertas tersebut. Hasilnya adalah saya menyerah untuk meneruskan membaca catatannya.

‘Sumpah… tulisanmu elek tenan, Guh!!!’;)

Tapi toh dia tetap bisa menjawab petanyaan-pertanyaan ujian yang disorongkan dosen ke bawah hidungnya. Namun, coba saja kalian bertanya pada Teguh di saat tak ada ujian. Tanyakan padanya sebuah pertanyaan mengenai materi kuliah di saat dia sedang duduk-duduk… maka jawabannya adalah “Apa itu? Aku gak pernah dengar” sembari diiringi cengiran lebar yang nggapple’i (menjengkelkan) banget!!! Kalau sudah begitu, rasanya dia lebih dekat dengan kata idiot daripada pintar!!! Entah dia memang tidak tahu atau pura-pura bodoh dengan berkata tidak tahu….. yang jelas teman saya ini pintar jika harus menjawab pertanyaan di waktu ujian.

Teguh juga seorang yang menurut saya pandai melepaskan diri dari tanggung jawab dengan cara-caranya yang di luar dugaan. Saat kami berada di semester empat misalnya. Saya sangat ingat bahwa dia jarang sekali masuk kelas Perkembangan Tumbuhan. Hasilnya adalah absensinya kurang dari 80% dimana hal itu menyebabkan dia terancam tak bisa mengikuti ujian akhir semester. Satu-satunya cara supaya dia bisa mengikuti UAS adalah merayu dosen pengampu mata kuliah yang bersangkutan. Saya pikir ini adalah kesempatan saya untuk melihatnya kehilangan sebuah A. Namun ternyata tidak. Dia berhasil merayu dosen dan mengikuti UAS. Caranya adalah dengan mendatangkan seorang perempuan paruh baya ke hadapan ketua jurusan, dosen wali, serta dosen pengampu. Saya tak tahu siapa perempuan itu, tetapi dari salah satu teman terdekatnya di kampus saya mengetahui bahwa wanita itu adalah ibunya. Masya Allah….. benar-benar di luar dugaan!!!

Bahkan hanya untuk menyelesaikan masalah sepele saja harus mendatangkan Ibu? Hei Teguh… memangnya umurmu 5 tahun? Apa nanti ketika hendak melakukan wawancara kerja mesti ditemani bunda juga??? Balik TK lagi aja, Boy!!!

Hanya saja ada satu hal yang ingin sekali saya tanyakan padanya….. pertanyaan pribadi yang jujur saja sedikit mengganggu kapabilitas saya sebagai teman seangkatannya….

“Teguh, kenapa sih setiap kali kita papasan di jalan kamu selalu nundukin kepala? Terus kalau kita jalan dari arah yang berlawanan, kenapa tiba-tiba saja kamu putar balik dan nyari jalan lain seolah-olah tak mau berpapasan dengan saya? Apa salah saya? Saya gak gigit kok”

Jika selama empat tahun terakhir ini saya membuat kamu ketakutan…. Maaf yaaaa 🙂

Itulah Teguh! Mahasiswa dengan NRP 1507 100 001 yang mungkin memang ditakdirkan menjadi yang nomer satu diangkatan 2007 dalam hal indeks prestasi akademis, sesuai dengan nomer urut mahasiswanya mungkin. Semoga setelah ini dia bisa berubah dengan kepandaian yang ia miliki. Tidak cengar-cengir saat ditanya orang. Tidak lagi menyelesaikan masalah dengan cara membawa-bawa ibu. Dan tidak lagi merundukkan kepala setunduk-tunduknya saat bertemu saya.

Tampak Samping Dari Seorang Teguh Widiarso

Coba Lihat Gaya si Teguh ---> Garuk-Garuk Kepala plus menoleh ke arah kawanannya = tanda Kebingungan Mau Ngapain

 

 

Advertisements

6 comments on “The Number One

  1. Heya i’m for the first time here. I came across this board and I find It truly useful & it helped me out much. I hope to give something back and help others like you aided me.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s