The Special One

Hasil observasi pertama tentang seorang Indrawan Tauchid adalah : Kurus, Kering Kerontang, Cungkring! Begitulah fisik kawan saya yang satu ini. Tapi sekali lagi… Don’t judge something from this cover, guys…. Indra boleh saja kurus cungkring, tetapi keenceran otaknya melebihi susu kental manis dimana siapapun yang pernah mencicipi otaknya akan merasa ketagihan karena benar-benar sangat manis melebihi susu kental manis (tetapi karena saya tak suka susu kental manis maka saya tak pernah sekalipun ketagihan pada manisnya otak Indra #Sorry, Ndra).

Cerdas. Itulah yang bisa saya katakan tentang seorang Indra. Tak pernah satu kelompok presentasi. Tak pernah satu kelompok tugas-tugas kuliah. Namun sepertinya saya pernah sekali sekelompok dengannya…. Jika tidak salah kami satu kelompok untuk praktikum kimia….. emmmm….kimia apa ya????  (embohhh… lali). Walaupun tak pernah berhubungan dekat dalam hal apapun, tetapi saya tahu bahwa Indrawan adalah salah satu manusia cerdas yang mengisi skuad angkatan dodol ini.

Dia memang bukan the number one, tapi menurut saya Indra adalah the special one. Bukan penghafal handal, tetapi pemaham yang hebat. Karena itulah, meskipun ia terjun dalam organisasi mahasiswa yang super sibuk dimana ia menjabat sebagai Ketua Himpunan Jurusan Biologi (masa jabatan 2009-2010) Indeks Prestasi akademisnya jauh lebih baik daripada mereka yang disibukkan dengan keramaian kantin jurusan. Saya tidak tahu dengan pasti apakah ia sukses dengan urusan organisasinya, tetapi menurut saya…. Begitulah harusnya seorang pemimpin. Punya Otak!!!!!!

Saya jadi ingat perkataan salah satu teman ketika saya (lagi-lagi) harus puas menjadi yang nomer dua di salah satu kelas mata kuliah “Santai aja, Mei. Lagian kamu gak bakal bisa ngalahin ni anak (sambil nunjuk salah satu nama), kecuali kamu autis”. Dan hanya Indralah yang pernah sekali mengalahkan the number one. Jadi artinya Indra autis???? (!!!!)

TAPI….Seorang Indrapun memiliki celah. Ketika kami berada di semester tiga dan empat (kalau saya tak salah lagi). Saat itulah waktu dimana saya tak punya respect pada seorang Indrawan. Sesaat setelah ia menjungkalkan posisi the number one dari pemuncak klasmen IPK angkatan 2007, Indra tiba-tiba saja berubah menjadi sosok yang menyebalkan. Ia tak pernah menyebabkan masalah terhadap saya memang… tetapi sikapnya terhadap teman-teman lain menutup seluruh kata cerdas yang saya lekatkan padanya. Saat itu ia dan beberapa teman lain membentuk semacam kelompok bermain atau personal group atau istilah sekolahannya ngegeng!!!

Entah apa nama gengnya dan sebagai apa dia…. saya sama sekali tak punya ingatan tentang yang satu itu. Satria baja hitam kek.. ninja hatori… ranger pink… atau apapun itu… semuanya benar-benar norak! Setiap orang memang memiliki hak untuk membuat geng atau kelompok bermain sendiri, tetapi jika KB nya mengganggu kehidupan sosial orang-orang sekitar….. bubarkan saja kelompok bermain itu!!!

Kelompok bermainnya memang tidak menyebabkan huru-hara atau main-main dengan bom molotov setiap hari…… tetapi menyebabkan kekacauan sosial di angkatan kami. Indra dan teman-teman mainnya itu kerap kali membuat acara-acara untuk mereka sendiri. Acara yang mengatasnamakan angkatan, tetapi hanya dihadiri oleh mereka yang tergabung dalam kelompok pembela kejahatan. Mengerjakan laporan besar beberapa praktikumpun sendiri…. seolah-olah teman-teman lain tak berkontribusi. Jujur saja, hasil kerja laporan besar angkatan yang Indra dan teman-temannya selesaikan tak pernah membuat saya terkesan ataupun merasa bersalah (karena tak ikut membantu mengerjakan). Salah sendiri tak mau membagi informasi? Mau mengatakan kenapa tak punya inisiatif untuk bertanya? Saya pernah bertanya pada mereka yang biasanya menjadi informan pertama dari asisten ataupun senior mengenai pengerjaan laporan besar praktikum, tetapi jawaban yang saya terima hanyalah “Nanti aja deh ngomongin laporan besarnya. Kan masih lama dikumpulinnya”.

Itulah masalahnya…. Indra beserta antek-anteknya selalu menyelesaikan laporan H- beberapa jam tenggat waktu pengumpulan. Hal yang sama sekali tak saya suka. Kenapa tak saya saja yang mencicil untuk mengerjakannya? Bagaimana saya mau mengerjakan jika semua materi serta format laporan dikempit oleh satu anak? Kenapa tak tanya pada si anak? Sudah… tetapi dia selalu saja mengatakan “Ntar aja deh…aku lagi sibuk”. Lama-lama saya males ngurusin orang yang gak mau diurus… makanya… saya biarkan saja Indra dan kawanannya menyelesaikan laporan-laporan besar serta tugas-tugas asisten yang aneh-aneh.

Pikiran saya saat itu adalah “persentase laporan besar hanya 10%, jika Laporan besar tak dapat nilai maksimal… toh nilai laporan personal saya tidak buruk!”.  Masalah ini memang sempat membuat ketegangan diantara angkatan 2007. Namun, ingatlah seperti yang saya katakan di awal pages ini bahwa angkatan 2007 adalah angkatan terbaik, semua cerita laporan besar tersebut hanyalah awal dari masa perkuliahan kami. Sekedar penataan emosi anak bawang yang hendak meraih kedewasaannya.

Mengapa pula saya harus menuturkannya di kolom seorang Indrawan? Karena saya merasa dialah pemimpin dari kelompok-kelompok bermain yang pernah eksis di angkatan kami. Mungkin bukan Indra pencetusnya, tetapi jika dilihat dari komposisi anggota mereka…. saya fikir secara tidak langsung Indra telah didaulat sebagai pemimpin kelompok kecil tersebut. Bahkan ketika mereka melangkahkan kaki bersama di koridor jurusan, Indra selalu berada di depan atau di tengah-tengah mereka….. Posisinya macam si Lee Min Hou di BBF atau Rafael di Smash….. dehhhhh…… gak banget deh kalau saya harus membayangkan muka Lee min Hou versi Indra… uppssss…. sorry, Indra!!!

Indra itu cerdas… ya saya rasa tak perlu mengulang-ngulang bahwa kawan saya ini cerdas. Namun orang cerdas sekalipun tak akan lebih baik dari seekor kancil jika tak dibarengi dengan kerendahan hati. Insiden laporan besar di semester awal tersebut saya indikasikan sebagai ketidakmampuan Indra mengontrol dirinya. Menjadi sombong, congkak, dan meremehkan orang lain. Penyakit yang masih saya lihat di semester 8 lalu. Ketika itu salah satu teman saya bertanya pada Indra mengenai kelas perkuliahan yang tak ia ambil sementara Tugas Akhir Indra berhubungan dengan materi kelas tersebut. Jawaban Indra adalah

“Ahhh….. males aku. Pengampunya Bu Tanti. Palingan ya kuliahnya begitu-begitu aja”

Heeiii, Ndra…. memangnya kamu itu siapa? Kalau dibandingkan Bu Tanti, kamu gak ada apa-apanya tau’!!!! Masih mahasiswa saja belagu! Apa pula maksudnya begitu-begitu aja?? Yakin jika diajari yang tidak begitu-begitu aja bisa langsung ngerti? Saya kesal ketika mendengar pernyataan tersebut. Satu, karena dosen yang ia singgung adalah dosen favorit saya. Dua, karena saya tak suka orang cerdas yang sombong. Sikap seorang Indrawan yang tak membuat saya ketagihan terhadap kekentalan otaknya. Betul-betul mirip Jose Mourinho!! Memiliki jutaan taktik yang brilian untuk membuat timnya meraih kemenangan, tetapi dibarengi dengan kesombongan yang luar biasa!!! Astaghfirullah…

Saya masih percaya bahwa suatu saat nanti Indra akan menjadi salah satu orang besar dengan segala cita-citanya. Akan tetapi, bukan hanya kecerdasan yang dibutuhkan untuk menjadi orang besar, kawan….  melainkan juga kerendahan hati terhadap siapapun.

Jadilah besar dengan segala kerendahan hatimu, kawan….. Semoga sukses dengan Sourbone mu…. Kalau tidak salah… kamu ingin melanjutkan studi ke sana bukan? Tak bisa sekolah kedokteran di jenjang stara satu tak masalah… sekolah saja S2 kedokteran…. nanti bisa jadi dosen calon-calon dokter loh, Ndra!!! You’re really the special one, boy!!

Sisi Sok Lucu Seorang Indrawan Tauchid

Sisi Sok Manis Seorang Indrawan Tauchid

3 comments on “The Special One

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s