Ukhti BITS 07

 

Perempuan. Gender yang pas untuk Rahayu. Bukan cewek atau gadis. Awalnya hendak menuliskan ‘cewek’ seperti miss-miss angkatan saya lainnya, tapi kok kurang pas banget. Gak tahu kenapa, saya rasa Rahayu lebih pantas saya sebut sebagai perempuan πŸ˜‰

Bagian dari skuad burung hantu yang tak banyak tingkah. Tak banyak kata. Tak banyak fenomena. Tak banyak kontroversi (lebih tepatnya tak pernah). Hubungan saya dengan perempuan tidak berkalung surban ini dimulai saat kami menghabiskan waktu bersama dalam kelompok ospek.

Saat itu, 25 Agustus 2007

Setiap peserta ospek diwajibkan membawa peralatan hiking atau camping yang meliputi carier (tas ransel gede), nasting (peralatan makan), kompor listrik, plus ransum. Saya yang memang acuh tak acuh terhadap kegiatan ospek, tak terlalu memusingkan peralatan-peralatan tersebut. Saya hanya perlu mencari carier karena sifatnya individu sedangkan barang lain adalah tugas kelompok. Yaaaa…namanya juga tidak peduli, saya tak ambil pusing dengan nasting dan kompor listrik. Saat itu teman-teman juga mengkoordinir untuk mencarikan carier bagi semua peserta ospek, tetapi sekali lagi karena carier itu sifatnya individu saya tetap mencari-cari sendiri (untuk saya sendiri). Meskipun sangat terlihat bagaimana individualisme saya dalam masalah ini, ketika mencari manusia yang bisa dipinjami carier saya selalu bertanya apakah ia memiliki 7 buah carier. Mengapa harus 7, karena angka tersebut adalah jumlah anggota kelompok ospek saya. Namun sayang, usaha pencarian 7 buah carier saya tidak berhasil. Karena tidak berhasil maka saya menghubungi salah satu CP kelompok saya, Rahayu.

Saya: “Rahayu, aku gak dapet cariernya. Teman-teman dapet gak?”

Rahayu: “Iya Mei. Sudah ada kok. Gak usah khawatir”

Saya: “Ooohhh…dapat untuk semua kelompok atau gimana?” (nada bicara saya jauh lebih tenang)

Rahayu: “Ya semuanya sudah disewain sama teman-teman. Punya kelompok kita di aku. Punyamu juga di aku”

Saya: “Oke kalo gitu. Rumahmu dimana biar aku ambil?”

Rahayu: “Rumahku di Kediri, Mei”

Saya: “HAAAHHH??? terus cariernya gimana? Kok bisa nyampek Kediri?” (panik)

Rahayu: “Loh, gak…cariernya gak di Kediri. Ada di tempatku sekarang”

Saya: “Owalahh…kamu ngekos to?”

Rahayu: “Iya.Aku ngekos”

Saya: mendesahkan nafas teramat panjang

Siapa yang salah? Oke.. Saya yang salah. Pertanyaan saya yang salah. Saya menanyakan dimana rumahnya, dan Rahayu menjawab Kediri. GOBLOKKK!!!! πŸ˜‰ Maksud saya kan menanyakan keberadaan Rahayu saat itu, tetapi dengan polosnya dia menjawab Kediri sehingga membuat pikiran saya kalang kabut dan segera mengkalkulasikan waktu yang saya butuhkan untuk menuju Kediri saat itu juga dan sampai Surabaya sebelum pukul 5 pagi.

Kisah sederhana yang sampai saat ini masih membuat saya merasa tolol jika mengingatnya πŸ˜‰

Pakaiannya yang tak jauh-jauh dari jubah dan rok panjang membuat dia layak disejajarkan dengan ukhti-ukhti yang rajin sekali mengikuti pengajian. Perempuan-perempuan yang juga mendakwahkan keyakinannya. Namun, meskipun dia tergabung dalam suatu organisasi muslim dia tak pernah menjejal otak teman-teman (saya) dengan ceramah agamanya. Tak pernah mencerca teman-teman yang tak berjilbab. Tak pernah mempermasalahkan dresscode celana jins saya. Tak pernah pula menyuruh-nyuruh teman-teman untuk ikut kajian yang rutin dilaksanakan salah satu organisasi kampus setiap hari Jumat. Tak pernah pula adu debat dengan teman-teman mengenai masalah keyakinan. Tidak sok-sok an menjadi gadis soleha dengan balutan jubahnya, tetapi menjadi perempuan muslimah yang bersahaja. Itulah yang membuat saya mau berlama-lama di samping Rahayu meskipun saya tidak mengetahui apakah ia cukup betah untuk ada di dekat saya barang 1 menit πŸ˜‰

Rahayu juga menjadi salah satu manusia yang bisa menangkap guyonan saya. Kata-kata saya yang kerap kali sembarangan, tidak pernah ia pikirkan dengan sekuat tenaga. Semua pernyataan aneh bin nyeleneh saya selalu ia tangkap sebagai banyolan ala mei. Kadang-kadang saat ia menyadari bahwa dirinya mulai terjebak dengan kesintingan salah satu ucapan saya, dia pasti akan berkata “Ahh..dasar kamu, Mei!” sembari mencolek salah satu pinggang saya lalu tersenyum simpul.

Everything just for fun. Mungkin itulah pendapat seorang Rahayu terhadap saya sehingga ia tak pernah sekalipun marah terhadap sikap ataupun ucapan saya πŸ˜‰

Di ujung kelulusan kami, saya mengenal Rahayu sebagai penjual kacang telur. Beneran loh ini. Kacang telur tersebut juga berhubungan dengan organisasi yang diikutinya. Ini bagus. Mencari dana organisasi dengan berjualan, bukannya membuat kotak kardus yang dilabeli ‘sumbangan untuk anak yatim’Β  lalu menyuruh anggotanya untuk keliling kota dengan kotak kardus tersebut.Lebih baik berjualan kacang, bukan? Kacang telurnya lumayan enak loh… Bahkan salah satu pelanggan tetapnya adalah dosen kami.

IKLAN: Kalau teman-teman pembaca berminat, silahkan hubungi Rahayu untuk memesan kacang telur tersebut. Kontak personnya, buka halaman FB kalian lalu cari akun FB Rahayu Puji Astutik… Pesan saja lewat FB nya πŸ˜‰

(Sudah aku promosiin gratis loh, Rahay! kalau udah punya pabrik kacang gede, jangan lupa diskon buat aku yaaa πŸ™‚ )

Dimana sosoknya saat ini dan apa yang sedang dilakukannya, saya harap dia tetap menjadi perempuan muslimah yang bersahaja. Perempuan yang tak hanya menjadikan jubah sebagai identitasnya, tetapi juga berlaku sesuai akhlaknya yang kharimah…. God bless You, Rahayu… See Yaaa

Ukhti 07 πŸ™‚

Rahayu in Action. Rahayu juga mengenal 'pis' πŸ™‚

 

Advertisements

2 comments on “Ukhti BITS 07

  1. Heya i am for the first time here. I found this board and I find It really useful & it helped me out a lot. I hope to give something back and aid others like you helped me.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s