Kerja Senang

Berbicara kenyamanan di tempat kerja, maka indikatornya adalah senang. Senang akan setiap tugas dan kewajiban, senang akan ruangan kerja, serta senang akan rekan kerja di sekitar.

Sayangnya untuk mendapatkan ketiga senang tersebut tidaklah gampang.

Selalu saja ada gerundelan tentang tempat kerja. Kesampingkan masalah penghasilan, kenyamanan di tempat kerja seringkali terganggu dengan rekan kerja…entah itu perilakunya, karakternya, maupun sifatnya yang kurang ramah. Bagi saya semua kriteria tersebut bukanlah masalah, asal masih dalam batas profesionalitas kerja dan tidak merugikan rekan kerja lain.

Tapi, tidak sulit mendapatkan kenyamanan di tempat kerja… Mudah kok.. caranya adalah, carilah dunia pekerjaan yang benar-benar kita suka. Menyukai jenis pekerjaannya. Mau seburuk apapun tempat kerja, bagaimanapun menjengkelkannya orang-orang sekitar… setidaknya kita masih punya rasa senang saat melakukan semua tugas dan kewajiban.

Syukur-syukur jika semua faktor nyamanย  bisa kita dapatkan… hingga akhirnya kita dibayar untuk bersenang-senang ๐Ÿ™‚

Mengajar Di Pekan Kedua

Pekan kedua memerah otak bukanlah tanpa celah..

Saya memulai minggu ini dengan sebuah ketololan yang menggelikan. Saya dengan bisanya lupa tidak menggunakan helm saat berkendara motor dari rumah kakak menuju tempat mengajar. Kebetulan awal pekan ini saya ditugaskan di lokasi yang lumayan jauh dari pusat kota. Harus melewati jalanan raya yang super padat oleh bus dan truk-truk besar. Belum lagi siang hari, para pejabat polisi selalu berkeliaran di jalan raya.. mengatur arus jalan dan (mungkin sembari) mencari mangsa pengendara yang lalai terhadap perarturan lalu lintas. Saya, melewati tiga orang polisi di tiga titik macet pusat kota, tetapi ketiganya tidak mengacuhkan saya. Tidak menyetop motor yang dikemudikan adek. Saya baru menyadari tidak ada helm yang melekat di kepala ketika kami hampir sampai di tempat tujuan. Ya Tuhan.. kenapa saya begitu stupid ๐Ÿ™‚ . Mungkin karena terlalu excited dengan tempat mengajar yang jauh dari kota, dan yang pertama kali bagi saya menjamah daerah tersebut… sehingga amnesia akan helm.. Bersyukur rasanya tidak terkena operasi Mr. Police… Semoga saja Tuhan membalas kebaikan polisi-polisi yang tidak menjadikan saya sebagai ‘mangsa’ mereka (AMIN).

Esok harinya dan lusanya, tidak banyak kejutan yang saya dapatkan… Celotehan siswa masih tetap sama.. tentang saya yang kurang tinggi serta tulisan yang begitu mini. Satu dua orang berceletuk;

“Tahu gini aku pake kacamata”

“Aduh..aku gak terbiasa nyatet dengan tulisan kecil”

Lalu kemudian setelah selesai mencatat materi, saya menuju jajaran bangku paling belakang di kelas tersebut. Mencoba membaca tulisan saya yang kata mereka tak terlihat. Hasilnya… saya bisa kok membaca tulisan saya. Saya akui bahwa tulisan saya tidak besar, tetapi tidak berarti mirip sandi rumput yang tak terbaca. Saya juga iseng menanyakan pada salah satu siswa yang masih mencatat;

“Bisa gak baca tulisanku di depan?”

Siswa yang saya tanya menjawab;

“Bisa kok, Bu”

Lalu kemudian ada suara lain yang menimpali dari jajaran bangku di depan;

“Bisa kok dibaca, tapi aku males nyatet.. besok kalau mau ulangan aku fotokopi aja”

Ahh…tulisan saya yang kecil menjadi kambing hitam dari sebuah kemalasan bocah SMP ๐Ÿ™‚

Jadi, setelahnya jika masih ada komentar tentang tulisan saya yang kecil.. saya datangi bocahnya dan saya tanyakan;

“Yang mana yang gak kelihatan, Dek? Aku diktekan sekarang”

Kemudian di kelas itu tak ada lagi bulan-bulanan tentang tulisan saya yang kecil… Kalau malas mencatat, ya tidak usah mencatat semua… jadi tak perlu menjadikan tulisan di papan tulis sebagai alasannya.. hohohohoohohoo..

Saya kembali terkejut ketika harus mengisi materi di kelas 2 SMP. Seperti mengasuh bocah playgroup. Kelas itu seperti taman bermain. Mereka berlari ke sana- kemari. Usil menyembunyikan tutup spidol saya.. Bahkan ada yang dengan sengaja berdiri terus di sebelah saya, mengikuti setiap gerakan yang saya lakukan. Mungkin baginya saya tak jauh beda dengan instruktur senam di kelas itu..

Berteriak-teriak di kelas adalah kegiatan yang berlangsung selama 90 menit penuh, baik lelaki maupun wanitanya. Ada juga siswa yang suka memotong pembicaraan. Ketika saya menjelaskan tentang ‘A’, tiba-tiba saja ada teriakan dari sisi kelas;

“IBUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU…COBA LIHAT SOAL NOMOR 3..ITU MAKSUDNYA APAAAA????!!!!!!!!”

Semua kata dilafalkan dalam nada 12 oktaf… teriakan nada seorang Mariah Carey pun lewat -_-

Lalu ketika hendak memberikan jawaban, ada lagi teriakan lain dari sisi sebelah… Padahal membahas soal sudah ditentukan dilakukan setelah menjelaskan materi. Tapi, aturan itu tak bisa diberlakukan pada siswa yang berada pada usia labil…di satu sisi mereka sudah harus berhadapan dengan masa akil baliq primer, tetapi di sisi lain mereka masih pantas berseragam putih merah.

Jadilah.. saya yang harus mengerti. Menahan diri untuk tidak melayangkan benda-benda sekitar pada keliaran mereka. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRRRRGGGGGGGGGG… Harus atur nafas dengan benar. Selesai mengajar, saya berasa baru saja melakukan lari cepat 10 KM.. Lelahnya.. Alhamdulillah, sistem pernafasan saya masih normal dan oksigen masih tersedia bebas di alam.

Semoga saja edisi lari di kelas tak ada lagi di sesi mengajar selanjutnya… Tak apalah lari-lari sedikit, asal ilmunya bisa diterima. Asal mereka senang. Asal mereka mau belajar. Kalau senang, insya Allah belajarnya mau.. ilmunya sampai..

Quote

Nothings to say but thank you.

Thank’s for the joyfull of life

Thank’s for the great story

Thank’s for the brilliant experience

Thank’s for the big spirit

There is no regret being your part

There is no griped for stand by your side

Surely that I know nothing about your all 116 years, but i have 100% feeling for you

Always hope the best and best wishes for you, my lovey team!!

Happy Anniversary Juventus… Many happy return of that day ๐Ÿ™‚

1 November 1897 - 1 november 1897

1 November 1897 – 1 november 2013

Happy 116!!!!

1st Year

Hari ini genap satu tahun saya mengubeg-ubeg blogg ini. Setahun berpartner dengan halaman-halaman di dunia maya, membuat cerita tersendiri bagi saya. Banyak hal yang bisa saya pelajari sembari berbagi cerita pada teman-teman yang mungkin juga bisa dijadikan sebagai pembelajaran.

Terimakasih untuk reader-reader tersayang atas kunjungan kalian selama satu tahun ini….. Mau tersesat atau tak sengaja mampir atau sukur-sukur sengaja meluangkan waktu untuk membaca segala cerita-cerita saya yang menurut kalian tidak penting…. yang penting mampir dan baca, saya ucapkan terimakasih.

Terimakasih juga untuk suara-suara di beberapa postingan saya. Suara penghinaan, sanjungan, atau sekedar salam sapa… semua suara itu benar-benar sesuatu buat saya… ๐Ÿ™‚

Apapun itu… semoga usia blog ini tak hanya musiman…. Kalo perlu bisa bertahan sampai saya sendiri yang menonaktifkannya…

Satu tahun = 524 post… Setahun ke depan target minimal harus dua kali lipat dari sebelumnya ๐Ÿ™‚

Happy Anniversary, bloggy ๐Ÿ™‚