Juventini Hanya 1

Sungguh, bangganya menjadi Juventini.

Bukannya mau sombong, tetapi setelah mendengar cerita dari seorang kenalan yang merupakan Romanisti rasa syukur kepada Tuhan karena telah membuat saya menjadi bagian dari komunitas yang bernama Juventini semakin besar.

Kakak Romanisti mengatakan bahwa meskipun dia cinta mati pada club asal ibukota Italia, dia iri pada Juventus. Mengapa? Karena menurutnya hanya Juventus yang memiliki satu pendukung. Satu suporter. Mendukung Juventus dalam satu nama “Juventini”. Kita bicara di Indonesia.

Saya kira semua suporter club itu berdiri pada satu payung yang sama. Pendukung Juventus ya Juventini. Pendukung Roma ya Romanisti. Pendukung Inter ya tak tahulah mereka menamakan dirinya apa (tidak peduli). Tapi ternyata saya salah. Dari Kakak Romanisti tersebut saya jadi tahu bahwa di Indonesia, hanya Juventini yang bernaung dalam satu fanbase dengan nama JCI (Juventus Club Indonesia). Suporter lain memang memiliki organisasi serupa, namun tak hanya satu. Tidak seperti Juventini yang hanya punya JCI.

Pecinta Roma di Indonesia terbagi dalam 3 komunitas fans club. Barcelona yang katanya club terbaik di dunia saja punya dua kelompok suporter. Manchester United yang notabennya lebih seleb daripada Juventus juga memiliki beragam komunitas suporter.

Hanya Juventini yang bernaung di satu payung yang sama. Juventini Indonesia, hanya milik JCI dengan chapter-chapternya yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Saya memang orang baru dalam komunitas JCI, tapi paling tidak saya tetap boleh berbangga bahwa Juventini tidak terpecah belah karena perbedaan komunitas. Untuk apa pula berpecah-belah? Bukankah kami mendukung tim yang sama?

Advertisements

Juventus College, Cara Juventus Mencerdaskan Bangsa!

Saya mengenal Juventus ketika masih duduk di bangku sekolah dasar. Kemudian saya suka. Alasan mengapa saya menyukai Juventus dan kemudian menjadi sangat suka lalu cinta dan akhirnya menggilai bukan karena Juventuslah club peraih gelar terbanyak di kompetisi tertinggi negara Pizza, melainkan karena club ini memiliki cita-cita yang begitu tinggi. Memiliki mimpi besar dengan filososfi SEMANGAT PANTANG MENYERAH. Lo Spirito Juventus!

Terbukti bahwa dari SEMANGAT ala Juventus, club ini menjadi salah satu yang terhebat di dunia.

Sekarang saya semakin cinta Juventus karena The Old Lady telah meresmikan Juventus College. Sebuah institusi pendidikan bagi pemain muda Juventus. Bukan sekolah sepak bola seperti yang mengajarkan berbagai cara bermain atau membuat taktik pertandingan bola, melainkan sekolah formal. Kurikulumnya adalah kurikulum pendidikan yang berlaku di sana. Kalau di Indonesia, yaaa pelajaran sekolah pada umumnya… Matematika, Bahasa Inggris, IPA, IPS…. Pokoknya pelajaran sekolah formal lah!

Juventus College ini setingkat dengan sekolah menengah di Indonesia. Hanya saja sekolah menengah di sana dimulai pada usia 14 – 16 tahun. Tingkatannya adalah prima, seconda dan terza… seperti kelas 1, 2, 3 SMA di Indonesia. Saat ini yang telah menjadi siswa di Juventus College adalah beberapa dari mereka yang tergabung dalam tim Youth Sector atau tim Primavera Juve. Karena sekolah ini memang untuk mereka yang bermain bola maka muridnya adalah siswa. Laki-laki. Sehingga mereka yang menimba ilmu di Juventus Soccer School dapat mengenyam pendidikan formal layaknya anak-anak sekolah umum seusia mereka.

Dan perlu di catat… Juventus College ini adalah sekolah untuk pemain bola (di luar pendidikan tentang bola) pertama di Italia. Tujuan club jelas… selain membuat pemainnya pandai menggocek bola di lapangan, club juga ingin pemain yang pandai di luar lapangan karena mereka tak akan seumur hidup menjadi pemain bola. Kalau kata UUD Indonesia “Turut mencerdaskan kehidupan Bangsa” 😉

Jika Juventus Soccer School bertujuan untuk mengasah otot, Juventus College dimaksudkan untuk mengasah otak. Otot sehat, otak cerdas! Masa iya pemain Juventus dongdong?? Asal tahu aja yaa… beberapa pemain utama Juve itu sudah meraih gelar doktor! Serius… salah satunya Paolo De Ceglie dimana bidang studi yang diambilnya adalah Matematika (piiuhhh… 😦 ). Dan Mr. Coach, Antonio Conte, memiliki gelar diploma di bidang ekonomi serta seorang sarjana Sains di bidang Olahraga.

Kalau nantinya sudah pensiun dari arena hijau, bukan tidak mungkin mereka duduk di kursi manajemen Juventus… atau mungkin menggantikan Presiden Agnelli… Atau mungkin mereka bisa menggantikan Giorgio Napolitano sebagai Presiden Italia. Bukankah sangat konyol jika seorang Presiden tidak intelek?!!

Keren kan club saya….. Sebuah football club bercita-cita tinggi dengan SEMANGAT besarnya tanpa mengesampingkan pentingnya pendidikan bagi generasi penerus Juventus dan Italia… dan ini semakin menegaskan istilah JUVETALIA! Juventus for Italia….

Semakin bangga menjadi Juventini!!! 🙂

Presiden Agnelli di Depan Juventus College

Hari Pertama di Juventus College

(Photo by: galery photo in juventus.com)

No Worry, The Old Lady!

Apa ini maksudnya… plea bargain atas kasus yang sedang menimpa Antonio Conte ditolak. Berarti tak ada hukuman 3 bulan dan denda 100.000 euro. Namun Conte harus mengikuti persidangan hingga kasus tersebut ditutup.

What the meaning of Plea Bargain? Plea Bargain = Negosiasi. Negosiasi antara jaksa penuntut dengan pihak Juve yang awalnya mencapai kata sepakat ternyata tidak disepakati oleh pengadilan. Hasilnya, nasib Conte masih menggantung. Belum ada hukuman, tetapi tetap harus mengikuti proses persidangan.

Belum ada keterangan resmi dari pihak club terkait masalah ini. Bahkan hari ini situs resmi Juventus sendiri melancarkan aksi tutup mulut atau bungkam terhadap media.

Tampilan Page News Di Website Juventus Hari Ini

Kalau memang Conte harus mengikuti proses hukum dan persidangan, bukankah ada kemungkinan Allenatore akan mendampingi tim saat melawat ke China untuk menghadapi napoli di Piala Super Italia?! Dan kalau memang proses hukum masih berjalan, berarti tak ada alasan untuk Conte untuk tidak berada di sisi lapangan saat kick off serie A 26 Agustus mendatang. Namun apapun hasilnya, semoga saja tidak merugikan The Old lady. Semoga FIGC bisa bertindak dengan sangat bijaksana.

Heran deh sama FIGC…kenapa suka sekali ‘bermain-bermain’ dengan Juventus? Club saya ini benar-benar pohon yang sangat tinggi sehingga banyak sekali angin yang menghantamnya. Tetapi sebagai Juventini yang tak kenal lelah mendukung Juventus, saya tetap yakin bahwa Juventus masih yang terbaik di musim 2012-2012. Saya bukan anak baru loh, lebih dari 6 tahun saya menjadi front pembela Juve… Bahkan lebih dari satu dekade….. Jadi berita-berita miring serta kasus yang kerap kali datang ke Cs. Gallileo Feraris sudah hal biasa. Mungkin saja dengan adanya terpaan badai tersebut, tim akan semakin kokoh dengan rasa kebersamaan yang semakin tinggi.

Tetap semangat my lovely The Old Lady! Tetaplah yakin bahwa tak ada yang bisa menghancurkan kerajaan Bianconerri! 🙂