Setelah Final

Salah satu cara menghilangkan euforia final dini hari tadi adalah menghabiskan waktu ke pusat perbelanjaan bersama sang Pangeran. Dan yaa… sama seperti dugaan kami, sepanjang perjalanan banyak sosok berbaju Barca. Mulai dari lapangan parkir hingga bagian dalam pusat perbelanjaan. Mulai dari perjalanan pergi, hingga perjalanan pulang.

Kami adalah satu-satunya sosok manusia yang mengenakan atribut Bianconerri.

Banyak sekali lirikan yang mereka arahkan ketika bersisipan dengan kami. Bahkan ada pasangan yang terang-terangan tertawa cengengesan ketika mereka melintasi kami.

Mungkin mereka pikir kami gila… Ada pula seorang wanita yang berbisik cukup keras pada pasangannya;

“Tadi dia kalah kan? Masih make bajunya, gak malu ya”

Hihihihihihi… dasar mbak-mbak…. Kalau kalah, terus harus berhenti mendukung tim kesayangan? Harus membuang semua kostum yang berhubungan dengan Juve?

Kami ini cinta dengan sepenuh jiwa & raga… mau menang, mau kalah, mau seri… Juventus tetap di hati.

Belajarlah untuk setia, mbak…. Musim depan, Juventus bisa lebih baik dari ini. Semoga club kita bisa kembali bersua di Final UCL musim depan (kalo si mbak masih jadi angel buat club Catalunya). Sampai ketemu di San Meazza (Bingung nyebut stadion duo Milan…San Siro atau Giuseppe Meazza) 2015 mendatang. AMIN…

Cerita Dari Madrid

Welldone, Team!!!

Bertandang ke Santiago Bernabue dengan formasi anyar 4-3-3, Juventus berharap mendapatkan poin penuh dalam lanjutan kualifikasi Liga Champions musim 2013-2014. Dengan modal kekalahan di akhir pekan, pasukan Turin tentu saja berambisi untuk menunjukkan bahwa Bianconeri masih punya kelas di Eropa.

Hasilnya??

Jangan tanyakan hasil akhir dalam bentuk numeric. Hasil pertandingan secara keseluruhan menunjukkan bahwa kelas tim besutan Antonio Conte tidak kalah dari tim yang menasbihkan dirinya sebagai Los Galacticos. Bahkan menilik jalannya pertandingan tengah pekan kemarin; Juventus was better with 10 than Real Madrid with 12!!!!!!!! 100% Sure!!!

Bolehlah mencela aksi tipu Vidal di kotak pinalty ketika pertandingan hampir memasuki endingnya. Namun acting mantan pemain termahal di dunia layak mendapatkan standing ovation sebagai the best ‘actor’ di pertandingan dini hari itu. Ahhh…sudahlah. Kekalahan dengan skor 2-1 di kandang El Real bukan akhir Juventus di pentas Eropa. Sebiji gol Llorente di menit ke 22 juga bukan hal yang sia-sia. Setidaknya laga kemarin juga bisa menjadi pembuktian bahwa didatangkannya Llorente secara cuma-cuma dari Athletico Bilbao tidak untuk hasil yang percuma.

Matchday 4 tengah menunggu di Juventus Stadium. Biarkan saja keberuntungan yang diperoleh anak asuh Ancelloti mereka nikmati dengan memuncaki klasemen sementara grup B, sementara Juventus bertahan di peringkat 3. Masih ada 3 pertandingan sisa di babak penyisihan. Masih ada peluang untuk lolos. Masih terbuka kesempatan untuk mengangkat si Kuping Besar di akhir musim nanti;  it could be possible to…. as much as possible (AMIN!!!)

Still believe that my team doing a great job!!!!!

Masih dan Tetap Yakin bahwa Lo Spirito ala Juventus MASIH dan TETAP ada.

Menang tetap membumi, Seri tak perlu mencaci, Kalahpun tetap Juventini 🙂

Ieri, Oggi, Domani, Sempre…. Fino alla Fine, FORZA JUVENTUS!!!!