Di Museum Majapahit

Seperti biasa, museum bukanlah tempat yang pas untuk poto-poto karena aturan utama dari sebuah museum adalah No Food No Drink No Camera! Aturan ini berlaku di museum yang memajang benda-benda bersejarah peninggalan budaya. Mungkin takut mengundang minat pencuri… So, foto-foto di museum Majapahit ini adalah alakadarnya

Salah Satu Sisi Museum YangJauh Dari Benda-Benda Bersejarah

Salah Satu Sisi Museum Yang Jauh Dari Benda-Benda Bersejarah

Bagian Dalam Museum yang 'harusnya' No Camera. Maaf ya Bapak Ibu Om Tante Mas Mbakk Kakek Nenek... Saya hanya ingin memberi bukti bahwa saya dan Aisbenar-benar berada di dalam Museum. Bukankah cerita yang  No Pict=HOAX

Bagian Dalam Museum yang ‘harusnya’ No Camera. Maaf ya Bapak Ibu Om Tante Mas Mbakk Kakek Nenek… Saya hanya ingin memberi bukti bahwa saya dan Aisbenar-benar berada di dalam Museum. Bukankah cerita yang No Pict=HOAX

Dakon Jaman Majapahit. Ini Juga Kendit Kamera :D

Dakon Jaman Majapahit. Ini Juga Kendit Kamera 😀

Ini Foto Legal. Diambil di Lokasi yangKatanya Merupakan Taman Bermain di Masa Majapahit

Ini Foto Legal. Diambil di Lokasi yangKatanya Merupakan Taman Bermain di Masa Majapahit

Tante-Tante Umur 17 Tahun Lebih....

Tante-Tante Umur 17 Tahun Lebih….

Sama Aisha

Sama Aisha

Advertisements

Masih di Maha Vihara

Deretan Arca-Arca 9Atau Stupa ya) Yang Tak Boleh disentuh. Jadi, Saya benar-benar sangat berhati-hati saat mengisi kekosongan space untuk berpose

Deretan Arca-Arca 9Atau Stupa ya) Yang Tak Boleh disentuh. Jadi, Saya benar-benar sangat berhati-hati saat mengisi kekosongan space untuk berpose

Ini Baru Melanggar :D

Ini Baru Melanggar 😀

Bersandar Di Dinding 'Bale-Bale' yang Dihias Relief-Relief Budha.

Bersandar Di Dinding ‘Bale-Bale’ yang Dihias Relief-Relief Budha. Kurang Tahu Juga Relief Yang Melatarbelakangi Foto Ini itu Siapa & Lagi Apa.

Leyeh-Leyeh ")

Leyeh-Leyeh 🙂

Liburan Tak Terencana (2)

Hari kedua… melanjutkan liburan tak terencana di Trowulan. Hari ini lokasi yang menjadi sasaran saya dan teman saya adalah Vihara Budha, Candi Tikus, dan Museum Majapahit.

Spot pertama adalah Vihara Maha Budha. Sebuah tempat yang menampilkan patung Budha raksasa dengan posenya yang tertidur miring. Sebenarnya, agak aneh dengan pose si Budha Raksasa. Mengapa harus berpose ‘tidur miring’ bak foto model? Kurang paham maknanya. Di area vihara juga terdapat sebuah pendopo mungil yang ditengahnya juga terdapat patung Budha (ukuran kecil) dengan pose wajar Budha pada umumnya. Patung Budha tersebut dikelilingi oleh cawan-cawan keramik yang berisi abu dupa plus beberapa batang dupa yang tertancap di atasnya.

Naluri saya dan kawan saya sebagai pelancong tentu tak bisa melihat objek yang tak ada di sembarang tempat seperti itu, jadilah kami menapakkan kaki di atas pendopo mungil tersebut dengan tujuan memotret pastinya. Nyaris semua sisi pendopo menjadi angel bidikan kamera kami. Hingga akhirnya kami membaca selembar kertas yang tertempel di salah satu pilar pendopo, isinya adalah “Dilarang Masuk Pendopo Bagi Yang Tidak berkepentingan/Melakukan Pemujaan/Ritual Doa. Dilarang Mengambil Gambar”. Nahhh looohhhh…. Serta merta kami melesat meninggalkan pendopo tersebut dengan cekikikan. Bukan maksud melanggar aturan, melainkan memang tidak sengaja melewatkan membaca peraturan yang tertempel di tempat yang bagi saya terkesan tersembunyi. Susah dilihat, sehingga membuat pengunjung yang tak mengerti seperti saya dan teman saya dengan bebasnya membidikkan jepretan kamera dengan pose-pose cantik kami 😀 Iya, saya akui kami bersalah…Tapi kami tidak sengaja. Jadi semoga tak ada azab dari apapun dan siapapun yang menyebabkan tempat tersebut tidak diperkenankan sebagai tempat berfoto. 

Selain patung Budha tidur dan pendopo kecil ‘terlarang’, di lokasi Vihara ini terdapat miniatur candi Borobudur. Hanya sebatas replika mini, tapi paling tidak menjadikan masyarakat sekitar dan yang belum mnengunjungi Borobudur mengeahui bagaimana rupa situs sejarah yang pernah menjadi 7 keajaiban dunia cagar budaya tersebut.

………………………

Dari Vihara Budha, kami menuju Candi Tikus. Berbeda dengan candi-candi lain di Trowulan, candi Tikus tidak menjulang tinggi, tetapi lebih terkesan berada di bawah tanah. Nama candi Tikus sendiri adalah sebutan dari masyarakat setempat karena pada saat pertama kali ditemukan, candi tersebut merupakan sarang Tikus. Bagi kerajaan Majapahit sendiri, Candi ini tidak diketahui dengan pasti fungsingya. Ada yang mengatakan sebagai tempat pemandian karena strukturnya dikelilingi kolam dan ada pula yang mengatakan sebagai tempat pemujaan. 

Bagi saya, candi Tikus sama seperti candi-candi lainnya. Situs yang menandakan Indonesia memiliki kejayaan di masa lalunya. 

……………………….

Museum Majapahit adalah destinasi terakhir kami. Sama seperti museum-musem kerajaan lainnya, isi dari Museum Majapahit adalah arca-arca, stupa, serta alat-alat yang berhubungan dengan kerajaan. Ada pula fosil dan cerita keseluruhan tentang kerajaan Majapahit yang dibingkai dalam pigura-pigura. Mulai cerita berdirinya, hingga penyebarluasan kekuasaannya dan juga pengaruhnya bagi keyakinan yang dianut oleh bangsa Indonesia.

Jadi intinya, yang mau belajar sejarah, khsuusnya materi Kerajaan Majapahit, kunjungilah museum Majapahit. Biaya masuk hanya Rp 2.500 plus parkir motor Rp 2.000.

Dan liburan saya berakhir di tempat yang katanya sebagai arena bermain/taman  putra-putri raja.

Semoga liburan tak terencana ini bisa menjadi dopping untuk memulai aktivitas kerja esok hari.

Saatnya bersiap pulang 🙂

P.S: Terimakasih Aisha sudah membawa saya ‘belajar sejarah’ di liburan akhir pekan ini  

Berharap Akan Ada Liburan Lain

Berharap Akan Ada Liburan Lain

Situs Candi Brahu

Sore-sore di candi Brahu

Welcome in Candi Brahu

Welcome in Candi Brahu

Salah Satu Sisi Candi

Salah Satu Sisi Candi

 

Di Depan Monumen Peresmian Candi Brahu sebagai Salah Satu Cagar Budaya oleh Pemerintah

Di Depan Monumen Peresmian Candi Brahu sebagai Salah Satu Cagar Budaya oleh Pemerintah

Keseluruhan Badan Candi Brahu

Keseluruhan Badan Candi Brahu

Tulisan Untuk Mencegah Kelakuan Anak-Anak Alay :)

Tulisan Untuk Mencegah Kelakuan Anak-Anak Alay 🙂