Ekspedisi Pacitan – Going Home

Ini Adalah Model Angkot di Pacitan. Mobil pikep yang diberi atap terpal dan diisi oleh dua bangku panjang.

Ini Adalah Model Angkot di Pacitan. Mobil pikep yang diberi atap terpal dan diisi oleh dua bangku panjang.

This... PLTU Kota Pacitan. Memangnya Pacitan Punya PLTU? Punya Dong. Tidak Sebesar PLTU di Paiton-Probolinggo memang, tetapi setidaknya kota paling selatan dan paling barat di Jawa Timur memiliki sumber listriknya sendiri

This… PLTU Kota Pacitan. Memangnya Pacitan Punya PLTU? Punya Dong. Tidak Sebesar PLTU di Paiton-Probolinggo memang, tetapi setidaknya kota paling selatan dan paling barat di Jawa Timur memiliki sumber listriknya sendiri

Dan Setiap Spot di Setiap Acara Jalan-Jalan Wajib Didokumentasikan ;)

Dan Setiap Spot di Setiap Acara Jalan-Jalan Wajib Didokumentasikan πŸ˜‰

Salah Satu Jalanan Menikung Menuju Kawasan Pantai Selatan Pacitan

Salah Satu Jalanan Menikung Menuju Kawasan Pantai Selatan Pacitan

Mereka yang Memandang PLTU. Ahh...Kalian Belum Lihat PLTU di Paiton ya??!

Mereka yang Memandang PLTU. Ahh…Kalian Belum Lihat PLTU di Paiton ya??!

Ekspedisi Pacitan – Salah Satu Perjalanan Panjang

Sebuah perjalanan panjang. Perjalanan darat terlama yang pernah saya lakukan. 10 jam di atas motor. Tidak mengemudikannya memang, tetapi lelah dan panasnya glutea tak bisa disangkal. Kaki sedikit keram dan menahan rasa kantuk yang sesekali datang. Perjalanan panjang dan melelahkan menuju tempat bernama Pacitan.

Tapi kalau saya harus mengulanginya, saya mau. Lelah memang, tetapi setidaknya saya punya cerita dan cerita itu tidak hanya Yogyakarta. Yogyakarta memang bagian Indonesia yang paling saya suka, tetapi cerita tak harus melulu dari Jogja bukan? πŸ™‚

Mengunjungi tanah kelahiran Presiden SBY adalah sebuah pengalaman yang tak bisa dibeli di departement store manapun. Mulai dari boncengan selama 10 jam (waktu pergi) + 10 jam (waktu pulang) + berjam-jam (waktu mampir-mampir πŸ˜› ); sampai harus menjadi kurir kebutuhan pokok seorang anak dari ibu-ibu yang tokonya saya kunjungi untuk membeli oleh-oleh. Si anak yang kuliah di Surabaya entah mengapa meminta ibunya mengirimi sabun cuci, sabun mandi, pasta gigi, plus jajanan kecil via saya dan teman-teman yang tengah berkelana hingga negerinya. Jujur, saya tidak mengenal sosok si anak. Meskipun ada beberapa anggota yang pernah tahu pada anak si ibu penjual oleh-oleh karena mereka satu kampus, tapi tetap saja mereka tidak kenal.

Jadinya? Kami tetap menjadi kurir. Membawakan kebutuhan pokok si anak. Dan sebagai gantinya si ibu membiarkan kami memamah jajan dari warungnya secara gratis. Dan tidak tahu kenapa di warung tersebut seorang nenek buyut yang merupakan nenek dari ibu penjual oleh-oleh memeluk saya. Katanya beliau senang saya berkunjung ke sana. Si mbah buyut juga menyuruh saya untuk sering-sering main ke rumahnya. Dan hanya saya yang mendapat pelukan erat nan hangat dari si mbah buyut. Hikkssss….. pikiranpun langsung terbang ke tanah saya tumbuh besar di salah satu kota paling timur di provinsi ini. Mengingat si mbah putri yang sudah tidak bisa beraktivitas normal…. Ahhh… saya sedang berada di kota paling barat di Provinsi Jawa Timur, sesaat ada bayangan betapa jauhnya saya dari tempat dimana si mbah putri hidup bersama bude dan sepupu-sepupu. Tapi itu cuma sesaat; karena saya tahu bahwa perjalanan saya belum selesai.Β 

Perjalanan panjang menuju Pacitan hanya salah satu perjalanan 10 jam di atas motor. Saya masih ingin melakukan perjalanan yang jauh lebih panjang dari sekedar Pacitan. Pacitan hanya salah satu perjalanan panjang yang mengisi salah satu sudut memori dengan berbagai rangkaian ceritanya.Β 

Arrivederci Pacitan. Hope to see you again, ASAP :D

Arrivederci Pacitan. Hope to see you again, ASAP πŸ˜€

Ekspedisi Pacitan – Pantai Teleng Ria

Suka pantai tetapi tidak suka jalanan yang terlalu sulit nan terjal? Di Pacitan ada Teleng Ria Beach. Pantai yang letaknya tak jauh dari pusat kota. Hanya 5 – 10 menit dari alun-alun kota Pacitan (naik kendaraan bermotor). Dekat bukan? Itulah salah satu kelebihan Pantai Teleng Β Ria. Mudah disinggahi. Tak perlu repot-repot naik turun bukit.

Tapi bagi saya, pantai ini hanyalah salah satu lanskap yang ada di kota. Bukan tempat yang cocok untuk membuang penat. Tidak ada keistimewaan lain dari pantai Teleng Ria daripada dekat dengan kota. Hanya sebuah pantai yang beberapa bagiannya telah didekorasi oleh bungkus-bungkus snack dan botol-botol bekas air mineral.Β 

Pasir pantainya juga sudah mulai pudar… lebih cenderung abu-abu daripada putih.

Dan kunjungan saya ke Pantai Teleng Ria tidak direncanakan, hanya sebatas berkunjung dan ingin tahu bagaimana rupa pantai yang ada di tengah kota Pacitan ini. Karena sebenarnya di kalangan wisatawan domestik yang sekedar berwisata, Pantai Teleng Ria jauh lebih populer dibandingkan Klayar. Tapi taste Teleng Ria, kalah jauh kalau harus bersaing dengan Klayar. Mungkin karena itu tadi, lokasi Teleng Ria yang mudah dijangkau dibandingkan Klayar. Selain itu, di pantai ini sering dilakukan pertunjukan atau sekedar pagelaran seni di akhir pekan. Tak jarang juga ada orkes dangdung yang menjadi favorit masyarakat setempat. Balap kuda juga kerap kali dilangsungkan di Teleng Ria.

Karena letaknya di tengah kota, harga tiket masuknya lebih mahal daripada pantai-pantai tersembunyi yang ada di bukit Pacitan. Tiket masuk ke Srau & Klayar Rp 3000 + parkir Rp 2000, di Teleng Ria harga tiket dibanderol Rp 5000 + parkir Rp 2000.Β 

Yahh… paling tidak saya sudah pernah mengunjungi Teleng Ria.

Surise Di Teleng Ria

Surise Di Teleng Ria

Ekspedisi Pacitan – Srau Beach

Srau juga sebuah lokasi pantai yang ada di Pacitan. Sama halnya dengan Klayar, untuk sampai ke pantai yang bernama Srau dibutuhkan kehandalan dalam berkendara. Jalanan berkelok dan lebih berbatu. Kalau saya harus menjabarkan arahnya, saya menyerah. Saat berada di atas motor, konsentrasi saya bukanlah mengingat arah, melainkan berkonsentrasi supaya saaya tidak terpelanting dari atas motor.Β 

Dan apa bedanya Srau dengan Pantai lain yang ada di Pacitan?Β 

Sama-sama pantai sih sebenarnya. Tapi pantai Srau dikenal dengan ombaknya yang pas untuk berselancar. Yuhuuu… jika Klayar digunakan untuk poto-poto dengan segala spotnya, Srau digunakan sebagai pelepas adrenalin untuk berselancar, khususnya bagi mereka yang masih newbie dalam dunia surfing. Ombaknya memang lumayan besar. Tapi saya tidak tahu pasti ukuran ombak besar atau kecil bagi para peselancar πŸ˜›

Selain berfoto-foto, hal yang saya lakukan adalah melahap es kelapa muda. Satu buah kelapa dihargai Rp. 4000. Sebenarnya harga tersebut adalah harga untuk turis asing. Kata pengunjung lain, harga es kelapa muda satu buahnya hanya Rp 2500. Ahh…biarlah saya membayar Rp. 1500 lebih mahal dari pada umumnya, lagipula tak setiap hari pula saya mengunjungi Srau πŸ™‚

Sekali lagi saya bukanlah pecinta pantai, dan mengunjungi Srau bukan karena suka, melainkan hanya ingin tahu bagaimana tempat yang bernama Srau. Kalau beberapa bule sudah pernah menapakkan kakinya di Srau, saya yang orang Indonesia juga tak boleh kalah bukan?! πŸ™‚

Salah Satu Sisi Pantai Srau

Salah Satu Sisi Pantai Srau

Ekspedisi Pacitan – Ngemper di Pom Bensin

si Dedek lagi Bobok Malem di Teras Pom Bensin :D

si Dedek lagi Bobok Malem di Teras Pom Bensin πŸ˜€

Sopir Saya sedang Mencuci Si Putih Kesayangannya

Sopir Saya sedang Mencuci Si Putih Kesayangannya

Numpang Istirahat Di Pom Bensin Sembari Cuci Motor. Benar-Benar Pelanggan Tak Tahu Diri Yaaa :P

Numpang Istirahat Di Pom Bensin Sembari Cuci Motor. Benar-Benar Pelanggan Tak Tahu Diri Yaaa πŸ˜›

Poto Bareng SI Putihnya Liverpooldlian

Poto Bareng SI Putihnya Liverpooldlian

Berjuta Terimakasih Untuk Pom Bensin Di Daerah Madiun Yang Sudah Menyediakan Tempat Ngemper Bagi Saya & Teman-Teman

Berjuta Terimakasih Untuk Pom Bensin Di Daerah Madiun Yang Sudah Menyediakan Tempat Ngemper Bagi Saya & Teman-Teman

Ekspedisi Pacitan – Potret Jalanan Menuju Klayar

Salah Satu Pasar Sebelum Dusun Di Perbukitan

Pasar Kalak. Salah Satu Pasar Sebelum Dusun Di Perbukitan Menuju Pantai Klayar

My Transporter. Melintasi Kota Dalam Provinsi Tanpa Pernah Minta Digantiin Nyupir. Welldone, dear :)

My Transporter. Melintasi Kota Dalam Provinsi Tanpa Pernah Minta Digantiin Nyupir. Welldone, dear πŸ™‚

 

Kelapa adalah jenis tanaman yang paling banyak dijumpai sepanjang perjalanan menuju pantai di Pacitan. Semakin dekat dengan pantai, semakin berjajarlah tanaman ini di tepian jalan

Kelapa adalah jenis tanaman yang paling banyak dijumpai sepanjang perjalanan menuju pantai di Pacitan. Semakin dekat dengan pantai, semakin berjajarlah tanaman ini di tepian jalan

 

Jalan Memang SUdah di Aspal, Tapi Gubuk Tetap Berdiri Kokoh di Sisi Jalan

Jalan Memang Sudah di Aspal, Tapi Gubuk Sapi Tetap Berdiri Kokoh di Sisi Jalan
Sebuah Tugu. Entah Tugu Apa :P

Sebuah Tugu. Entah Tugu Apa πŸ˜›