3 Poin Yang Penuh Perjuangan

Bukan pertandingan melawan tim besar sekaligus bukan pertandingan yang bisa menghasilkan kemenangan dengan mudah. Inilah yang terjadi di lanjutan serie A pekan 31. Giornata ini dilakoni The Old Lady dengan menjamu Pescara. Tim yang membuat Juventus membukukan 6 gol di paruh musim pertama, namun membuat saya geregetan di paruh kedua ini. 

Tak terhitung berapa banyak pasukan Conte berada di depan gawang Pescara untuk menendang-nendang si kulit bundar, tapi tak terhitung pula blocking yang dilakukan Pelizzoli terhadap tendangan tersebut. Entah kerasaukan apa, pencaga gawang tim tamu bagai kesurupan karena bisa menyelamatkan keperawanan gawangnya di babak pertama. Alhasil, skor kacamata menutup babak pertama.

Syukurlah… walaupun pilar-pilar utama tidak bermain di pertandingan ini… 3 poin masih milik The Old Lady. Vucinic berhasil mengukuhkan skor melalui titik putih yang menggandakannya beberapa menit kemudian.  

Bukan permainan yang optimal mungkin, tapi setidaknya sudah sangat maksimal karena 3 poin terjaga sekaligus menjaga jarak dengan posisi runner up. Semoga saja, jarak poin ini bisa bertahan hingga akhir musim. (Amin).

Grazie Team

Grazie Team

Cukup 3 poin di pekan ini… sekarang saatnya bersiap menjamu Munchen. Berat memang, tetapi harapan untuk tetap melaju ke tahap final UCL masih ada. Juventus saya kan hebat 🙂

Together, We Can do it!! (Ya...Kita Bisa Untuk 3 Gol Melawan Bayern. AMIN). Forza Juventus Dai Dai Dai.. :)

Together, Nothing Imposible!! (Ya…Kita Bisa Untuk 3 Gol Melawan Bayern. AMIN). Forza Juventus Dai Dai Dai.. 🙂

Ini Juventus, Bung!

Mengamuk. Rasanya itulah yang dilakukan Conte kepada anak asuhnya setelah dipecundangi secara tidak adil oleh tim pengadil sehingga membuat si Ladri Biru Hitam mampu mencuri poin penuh di Juventus Arena. Tapi amukan Conte berhasil menjadi energi positif bagi Gigi dkk di pertandingan selanjutnya. Setelah berhasil menghajar Nordjaelland dalam lanjutan babak penyisihan liga chamions 2012-2013, akhir pekan lalu The Old Lady ‘mengajari’ Pescara bagaimana caranya menghormati si Nyonya.

6 Gol dilesakkan oleh pasukan Bianconerri dengan berbalas sebiji gol penghibur dari lawan.

Arturo Vidal kembali membuka skor kemenagan Juventus. Pertandingan di menit 9 menjadi awal amukan punggawa Juventus kepada tuan rumah. Lalu Quagliarella berhasil menggandakan keunggulan. Pescara sempat memperkecil skor dengan mencetak sebiji gol ke gawang Buffon. Sundulan Emanuele Cascione tetap tak bisa mengahadang ‘banteng’ yang tengah marah. Cukup sebiji gol dari Cascione. Selanjutnya, berondongan gol mengalir dari kaki-kaki Lavecchia Signora.

Kwadwo Asamoah kembali menunjukkan aksi brilliannya dengan mencetak gol akrobatik. Selang 7 menit, Giovinco melesakkan bola melalui sisi kiri pertahanan Pescara. 4 gol menjadi milik The Old Lady. Tak cukup itu, Quagliarella mendobelkan golnya yang membuat skor di babak pertama menjadi 1-5 untuk Juventus.

Babak kedua sebenarnya tidak berlangsung seru. Juventus sedikti mengendorkan serangan, tapi tetap tampil menyerang dan menguasai jalannya pertandingan. Beruntunglah bahwa pengadil kali ini tidak dibutakan oleh Morto Peppino. Hasilnya adalah Quagliarella berhasil mencetak hattrick pertamanya sepanjang berkarir di serie A. 1-6 untuk Juventus dan bertahan hingga pertandingan usai.

3 poin kembali untuk Juventus! Capolista…. Bagusnya adalah si nomer dua tak berhasil mendapatkan poin penuh karena dipecundangi oleh Atalanta dengan skor 3-2 sehingga jarak antara runner up dengan Juventus menjadi 4 poin. Sayang, Andrea Pirlo terpaksa tak bisa diturunkan di pertandingan minggu depan karena terkena akumulasi kartu kuning. Well, pekan depan Juventus harus bekerja keras untuk membuktikan bahwa Pirlo hanya satu dari 11 pemain hebat yang mengisi skuad Bianconerri. Pirlo tak ada, masih ada 10 pemain top lain. Jadi, tetap optimis untuk menjamu Lazio yang pekan ini memenangi derby ibukota.

Selalu…. Menang tetap membumi, kalah tak perlu anarki, seri pun tetap Juventini!!!

Fino alla fine Forza Juventus! 🙂

1-6 🙂

STOP Publisitas Over Si ‘Bola Hantu’

 

Over Publicity. Over Coment. Over Reaction. All Over in there is Over.

Sudah lewat beberapa hari sejak pertandingan kontroversi antara Juventus vs AC Milan di akhir pekan lalu, tetapi berita yang beredar tetap saja mengatakan kontroversi tersebut hanya merugikan si Merah Hitam. Seolah-olah AC Milan adalah korban tunggal dari keputusan tak adil wasit. Seolah-olah wasit memihak Juventus dan mencuri poin kemenangan I Rosonerri. Seolah-olah The Old Lady tak punya kualitas untuk menang.

Benar-benar konyol! Benar-benar over! Benar-benar keterlaluan! BENAR-BENAR MENYEBALKAN!!!!!

Baik, kalau memang masalahnya adalah gol ‘hantu’ Muntari’ saya mengakui bahwa keputusan wasit memang sedikit melegakan saya. Tapi tolong dong…gak usah terlalu dibesar-besarkan!! Apa dianulirnya gol Matri tidak cukup? Kecuali gol pertama Matri yang sah ‘disahkan’, bolehlah kalian yang mencaci maki Juve mengatakan wasit tidak adil.

Kenapa yang heboh hanya berita tentang bola yang melewati garis gawang beberapa centimeter di pertandingan Derby d Italia? Kenapa kehebohan tersebut tak ada saat pertandingan antara Juventus Vs Catania di pekan sebelumnya? Apakah tak ada yang menonton pertandingan Juventus Vs Catania?

Coba lihat gol pertama Quagliarella. Bola yang dilesakkannya telah melewati garis gawang, tetapi wasit tidak menunjuk garis tengah lapangan. Apa peristiwa itu tak bisa dibilang ‘bola hantu’? Kenapa dua pekan lalu tak ada berita seheboh ini?

Juventus juga korban, kawan! Mungkin keputusan ‘bola hantu’ di pekan lalu adalah cara wasit untuk menebus dosa atas ‘bola hantu’ di pekan sebelumnya. Kalau pikiran saya itu benar, bukan salah La Vecchia Signora dong!! Salahkan saja wasit yang mungkin salah satu Juventini!!!

Kalau sampai besok media-media massa masih menghebohkan ‘bola hantu Muntari (JELEK)’, stop dulu deh nonton berita dan beli korannya!!!

P.S: “hehhh KAMU…. mentolo tak kaplok ae congormu kui!!!” 😦