Having Fun is Eating With Friends

Just simple hang out with friends is eating together 🙂

Menunggu  Menu

Menunggu Menu

:)

🙂

Sama Ucha yang Masih Setia dengan Tugas Akhirnya :P SEMANGAT UCHAAAAA!!!!

Sama Ucha yang Masih Setia dengan Tugas Akhirnya 😛 SEMANGAT UCHAAAAA!!!!

Keep Cheer Up :D

Keep Cheer Up 😀

Advertisements

Hanya Masalah Sepele, Mei!

Saya: “Mas aku minta kerjaan”

Mas: “Iya sebentar, Mei. Ini punya si A. Kemarin kayaknya salah file”

Tiba-tiba datang seseorang yang memotong perbincangan saya dan Mas Senior.

Miss K: “Kemarin aku sudah ngasih ke kamu filenya yang bener. Kok bisa ngerjain file yang lama”

Saya: diam. Sembari berfikir.

Mas: “Mungkin si Miss yang salah kasih, Mei. Kamu baca dulu materinya, terus kalau bingung kita discuss” (berkata pelan, setengah berbisik)

Saya: mengangguk

Awal yang tidak menyenangkan untuk memulai pekerjaan. 

Selalu saja ada hal yang membuat tekanan darah ini meningkat. Sesuatu yang sifatnya sepele bisa membuat pikiran dan akal hilang entah kemana. Tak jarang juga hal sepele yang membuat rasa kesal itu berasal dari seseorang yang cukup akrab atau teman dekat sendiri bahkan bisa saudara sendiri. Dan lagi-lagi sesuatu yang sepele namun mengesalkan itu sealalu saja bersumber dari tempat yang namanya kantor. 

Setelah menerima file dan berkas-berkas pekerjaan saya segera menuju meja kerja. Hal yang saya lakukan adalah mengecek apa yang sudah dikatakan oleh Miss K pada saya. Apakah benar perkataannya tersebut. Saya cek file yang dia beri dengan file yang baru saja saya terima hari ini. Dan hasilnya tidak sama. Terus…. apa itu salah saya? Memangnya saya bertugas mengurusi file-file pekerjaan? Memangnya saya yang menata file baru atau file lama? Tugas saya hanya mengerjakan file yang saya terima. Mana saya tahu itu file lama atau baru?! Itu tugas administrator, bukan tugas writer!! Kalau misalnya si admin kebingungan memilah file lama atau file baru karena file pekerjaan terlalu banyak, kenapa tak diatur yang bener filenya? Please deh… apa sih susahnya memilah-milah file sesuai deadlinenya? Membuat folder masing-masing dan mengelompokkannya sesuai tanggal pekerjaan atau sesuai apapun yang admin suka, apa susahnya? Kalau sampai ada kejadian salah memberikan file karena kebingungan membedakan file lama dan file baru, jangan menyalahkan orang lain yang tugasnya tidak mengatur file pekerjaan dong! Saya sendiri sudah berusaha mempermudah tugas mereka dengan menamai file pekerjaan sesuai tanggal pengumpulan plus nama client. Terus kalau saya disalahkan karena hal yang bukan tanggung jawab saya, ihhh… ogah!!!

Saya memang bukan orang yang paling sabar di dunia. Bukan juga mahkluk paling berbesar hati yang bisa menerima setiap kritik dan saran. Tapi mengingat watak saya yang kata orang keras kepala, idealis, dan pantang pulang sebelum menang…. perilaku yang sudah saya tunjukkan dalam menghadapi setiap hal sepele namun menyebalkan itu adalah sesuatu yang luar biasa. Sungguh, butuh ratusan istighfar supaya saya bisa menahan diri untuk tidak meletup-letup. 

Mungkin ada baiknya juga anugrah sifat cuek dan tak peduli yang Tuhan beri pada saya, sebagai penyeimbang sikap frontal dan keras kepala saya yang luar biasa. 

Saya diam saja ketika Miss K si admin seakan-akan menyalahkan saya karena pekerjaan yang diminta tidak sesuai dengan request client, tapi frontal, keras kepala, dan tak mau kalah ini tetap harus saya lampiaskan. Mulut diam, tapi tulisan tetap jalan 😛

Saya tahu bahwa masalah sepele namun membuat kesal ini tidak akan pernah berhenti. Akan selalu ada dan muncul pada waktu yang tak bisa diterka. Selama saya masih hidup, selama itu pulalah hal sepele yang membuat kisruh akan hadir. Karena itulah saya hanya berharap untuk tetap bisa menahan diri supaya sesuatu yang sepele tidak menjadi penyulut masalah besar. Capek kalau harus menghadapi masalah yang sebenarnya tak layak dipermasalahkan. Untuk apa juga membingungkan hal yang tak layak dibingungkan? Ikhlas mungkin sulit, tapi setidaknya saya harus bisa menerima apabila besok, lusa, dan kapanpun sesuatu yang sepele itu kembali mencolek saya. I Can, Therefore I’m 🙂

Apresiasi Alla Bos

Ada semangat tersendiri ketika bos memberikan apresiasi atas semangat & prinsip kerja yang saya miliki. Tapi entah kenapa apresiasi itu selalu datang ketika Juventus mendapatkan poin nol di pentas liga. 

Hati langsung adem ketika tiba-tiba si bos memberikan sedikit apresiasi mengenai bagaimana cara saya bekerja; “Saya suka dengan metode yang kamu pakai untuk menyelesaikan pekerjaan. Semangat kerjamu juga rasanya sudah menular ke teman-teman lain“. Dan ketika saya menanggapi dengan senyuman simpul semanis yang saya bisa, pernyataan bospun berlanjut “Bagus mbak… sebagai seorang suporter memang harus selalu semangat. Gak boleh takut. Meskipun kemaren Juventus harus kalah, tapi kan harus tetap semangat“. DAMN!!

Seperti dibuat melayang tinggi, lalu dihempaskan ke Bumi! Uhhh…. SAAAAAAAAAAAAAAAAKKKKKKKKKKKIIIIIIIIIIIIITTTTTTTTTTTTTTTTTT 😦

Senyum saya pun raib seketika. Hanya bisa menghembuskan nafas panjang. 

Kenapa bos?? Kenapa harus bawa-bawa kekalahan tim saya??? Tak perlulah bos mengingatkan akan kekalahan Juventus di akhir pekan lalu karena saya sangat ingat bagaimana Totti membuat suasan akhir pekan saya suram dan gelap gulita. Toh saya juga tak repot-repot mengingatkan bagaimana tim kebanggaanmu keok 4 gol berbalas 1 dari La Viola kan?? 

Yaaa…. semoga Lo Spirito Alla Juventus ini dapat selalu saya terapkan kapan dan dimanapun. Entah Juventus menang, ataupun kalah. Karena bagi saya menang kalah seri tetap Juventini!!! 🙂

The Best Wishes for The Leader

Menjadi bagian dari sebuah komunitas kerja itu tidak semudah menjabarkan teori-teori sumber daya manajemen. Menilai kinerja juga tak segampang mendeskripsikannya dengan teori balanced scorecards. Mengatur manajemen pun tak se simple pengkajian teori Kaizen. Butuh lebih dari seekedar teori manajemen untuk bergaul di dunia kerja. Dan itu bikin pusing.

Entah ini hanya berlaku di area kerja saya atau di semua dunia pekerjaan. Saya memang bukan bagian dari jajaran manajemen yang membuat berbagai kebijakan dan menetukan kebijakan yang akan diterapkan. Tapi saya juga merasa pusing ketika harus mendengar kasak-kusuk mengenai sistem manajemen yang tengah berada pada situasi genting. Pusing karena tidak tahu masalah yang tengah terjadi. Pusing karena melihat teman-teman selalu membicarakan masalah manajemen yang mereka sendiripun juga tak tahu. 

Sampai-sampai ada berita bahwa salah satu jenderal kantor mengundurkan diri dari posisinya. Resign. Alasannya? Saya tidak tahu (dengan pasti).

Meskipun tidak terlalu mengenal dan berinteraksi setiap saat dengan Mr. Jenderal, saya jadi ikut-ikutan pusing seperti teman-teman lain. Pusing menerka-nerka mengapa harus ada acara pengunduran diri. Padahal bagi saya, Mr.Jenderal adalah salah satu kunci penting bagi stabilitas perusahaan.  Dia adalah salah satu otak brilian yang dimiliki oleh kantor. Salah satu manusia pandai yang ada di kantor. Dan satu dari sedikit orang yang memiliki paket komplet untuk menjadi seorang pemimpin.

Smart & bijaksana bisa dilatih. Tapi karisma? Nope! Dia adalah satu dari sedikit orang yang punya karisma untuk menjadi seorang atasan. 

Kalau kabar tersebut benar, saya tidak tahu bagaimana perusahaan bisa berjalan. 

Bisa mungkin mendapatkan penggantinya, tapi tidak akan mudah mendapatkan pengganti yang punya paket komplet.

Saya sama sekali tak punya kapasitas untuk melarang-larang atau mempersuasi Mr.GA untuk tetap bertahan di perusahaan dan itu juga bukan urusan saya. Tapi sesuai dengan salah satu pesannya “rasa memiliki perusahaan itu penting untuk dimiliki oleh setiap karyawan & manajemen. Karena dengan begitu setiap permasalahan yang nantinya muncul tidak akan menjadi beban, tetapi sebuah proses pembelajaran untuk lebih baik ke depannya“, saya rasa  tekanan yang mungkin tengah dihadapi adalah salah satu proses belajar. 

Kalaupun proses belajar itu terlalu sulit, kenapa tak ibaratkan saja dengan sekolah? Kita belajar di sekolah setiap harinya dengan tekanan berupa pekerjaan rumah. Dan saat tekanan tersebut terlau sulit, anggap saja itu sebagai ujian nasional! Satu-satunya cara untuk lulus adalah menyelesaikan setiap soal ujian. Dan mengundurkan diri bukanlah cara untuk menjawab soal-soal ujian, Bos! 

Ayolah bos…. jangan menyerah! Seorang tifoso tak boleh lari dari masalah. Percayalah Bos… setiap tekanan itu adalah caraNya untuk membuat kita lebih baik. Sebuah tanda bahwa kita lebih kuat dari siapapun untuk menghadapinya. Saya memang tak tahu pasti masalah apa yang sedang diujikan dan sesulit apa soalnya, tapi saya yakin bahwa ujian itu tak akan melebihi kekuatanmu Bos 🙂

Mungkin ini adalah saatnya dimana pesan  ‘sense of  belongings‘  itu ditunjukkan. Alsan itu pulalah yang membuat saya peduli terhadap kabar mengenai pengunduran diri Mr.GA, rasa memiliki perusahaan, sehingga harus mempublishkan tulisan ini. Mau bagaimana lagi? Tak mungkin saya membuat poster super besar dengan fotonya plus tulisan “SEMANGAT BOS” atau melakukan aksi cherleaders di depannya, bukan? Repot, saya tak punya pom-pom untuk itu. Saya juga tak bisa menari!

Kalau ada yang bilang percuma juga dipublish karena subjeknya tidak tahu & tidak membaca… Saya anggap saja tulisan ini sebagai doa kepada Tuhan. Karena doa ini baik, saya rasa Tuhan akan mengabulkan dengan caraNya yang terbaik. 

Saya pun tak mau pusing gara-gara masalah yang tak saya tahu dengan pasti ini terus-menerus berlangsung. Serius, kepala saya sudah cukup penuh dengan penyakit tanpa harus ditambah pusing karena sebab yang tak jelas. Really hope that everythings gonna be alright

There is Just a Script, Sist!!

Pusing adalah satu kata yang mungkin ada di kepala adik saya.

Dia memang tidak pernah grasa-grusu untuk masalah kuliahnya. Tidak pernah terlalu ribut memikirkan transkrip IPK nya di setiap akhir semester. Tak pernah repot-repot belajar giat hanya untuk sebuah nilai A. Asalkan tidak mengulang sebuah mata kuliah, maka itu adalah prestasi. Asalkan tidak mengulang di semester berikutnya, maka itu adalah bahagia. Buat adik saya, nilai A dan B sama saja. Sama-sama lulus, jadi tak perlu ngotot untuk mendapatkan A jika dengan B ia sudah bisa bebas dari sebuah mata kuliah. Dan saya hanya bisa terpesona mengamati pola pikirnya tanpa perlu repot-repot memikirkannya karena memang tak bisa masuk ke dalam pikiran saya.

Tapi walaupun dari luar dia terlihat santai, saya tahu bahwa sekarang dia sedang pusing. Sesantai-santainya adik saya, toh dia tetap mahasiswa normal yang sekarang sudah berada pada tingkatan mahasiswa akhir. Apalagi momok seorang mahasiswa Tingkat Akhir selain Skripsi? Lalu saya menemukan gambar ini di laman FB nya

Harapan Mahasiswa Tugas Akhir

Harapan Mahasiswa Tingkat Akhir

Sewaktu melihat ekspresinya yang datar ketika menyebutkan dua kata “Skripsiku gimana” rasanya geli campur geregetan. Geli karena melihat kebingungan sekaligus rasa takut. Geregetan karena salahnya sendiri selama ini kuliah terlalu santai dan sekarang kebingungan. Tapi tetap, rasanya tidak tega. Uhhh…. dia itu benar-benar kucing! Menyebalkan, tapi mudah memelas!! Yang kemudian saya mengerti bahwa beberapa bulan ke depan hari-hari saya akan dipenuhi oleh drama dengan tema ‘Skripsi Adik Guwe’.

Saya juga harus menyiapkan diri sesiap-siapnya. Tidak hanya siap untuk diribetkan dengan masalah pembuatan proposal, pembahasan, dan masalah editorialnya; tetapi juga harus siap menampung air matanya. Pasti ada saat dimana dia akan terjatuh dan berfikir untuk tak bisa bangkit lagi guna mengejar tenggat deadline dosen pembimbingnya. Ada saat dimana marah dan mangkel terhadap dosen pembimbing yang entah maunya apa. Dan akhirnya menangislah…

Karena itulah, sebelum drama ‘Skripsi Adek Guwe’ dimulai saya harap dia tidak terlalu mendramatisir peran yang akan dijalaninya dalam pementasan drama beberapa bulan ke depan.

Come on, sist…. it’s just a script! Cuma tinggal nulis… Apa yang dibingungkan? I’m sure that You can 🙂 LULUS kok!!

Semangat adek…. Kalau misalnya bosen dan ada rasa jenuh plus ingin mengibarkan bendera putih, ingatlah paket holiday yang sudah kakakmu ini janjikan… Skripsi selesai, kita jalan-jalan 🙂

It’s Because ‘Storia Di Un Grande Amore’

Belum juga tengah hari, semua pekerjaan saya hari ini sudah selesai. Tak ada lagi deadline hari ini yang tersisa. Maunya meminta pekerjaan tambahan atau apapun yang bisa membuat saya tidak malas-malasan di sisa jam kantor. Tapi kemudian atasan mengatakan sesuatu yang sangat menusuk….

Wau…kalo Juventus habis kalah, deadline kantor selesai dengan cepat ya. Bagus nih kalo Juve kalah tiap minggu

>.<

Benar-benar pernyataan yang sangat menyakitkan dari seseorang yang harusnya memberikan semangat kepada para pekerjanya.

Apa yang saya lakukan di setiap pengerjaan tugas bukan karena ingin memforsir diri untuk melupakan kekalahan di akhir pekan lalu, bos! Saya sudah bertekad dari awal bahwa saya akan menunjukkan kinerja yang lebih baik daripada karyawan lain di kantor ini yang menjadi pecinta merda. Saya tidak mau menunjukkan kinerja buruk di depan mereka, karena saya Juventini. Sebagai bukti pula bahwa Storia di un grande amore bukanlah sebuah lirik belaka!

P.S: Ya Allah..abaikan saja pernyataan gila atasan saya itu! Pleaseeeeeeeeee, God! 😥

Sekantor Sama Musuh? Siapa Takut?!!!

Dimana-mana ada Merda…

Kenapa Tuhan…Fiuuhhh….setelah harus berbagi kamar dengan seorang musuh dan sekarang harus satu kantor dengan musuh pula…. Wau…kalau kata Syahrini sekarang…ini benar-benar ceeettaaarrrr!!!

Tiba-tiba saja harus mengetahui bahwa salah satu manusia di kantor ini adalah pecinta Rossoneri jelek di saat otak sedang tidak memunculkan ide membuat saya  langsung kebanjiran ide! Huahahahahahahahahahaha….. Bukan karena saya mulai tertarik dengan si merah hitam..No Way!! Melainkan karena akan ada alasan bagi saya untuk semangat ngantor di setiap pekan, terlebih setelah mendapatkan hasil pertandingan.

Semangat untuk menyapa ‘musuh’ 🙂

Bagus loh kalau kita sekantor dengan seseorang yang merupakan rival! Bagusnya adalah saya bersemangat untuk menunjukkan bahwa yang lebih hebat tidak hanya club kesayangan saya, tetapi juga saya. Bukan untuk sombong, kawan! Hanya sebagai penyemangat untuk menunjukkan kinerja terbaik di setiap tugas yang saya terima. Malu dong kalau misalnya saya tak bisa mengerjakan kewajiban dengan baik… Mau diletakkan dimana wajah Juventini saya??

Well…mulai sekarang harus berusaha untuk bekerja lebih baik dari musuh saya si pecinta merah hitam itu!!! Figthing, JUVENTINI!!!!

Semangat 45 for Interview

Siap-siap interview untuk yang kesekian kalinya. Apa yang perlu disiapkan, banyak sebenarnya. Tapi saking banyaknya, saya sampai bingung harus mempersiapkan apa. Kostum sudah pasti, tapi hal itu bukan perkara menyulitkan bagi saya.

Mental juga harus disiapkan. Lalu apa lagi coba???

Harus semangat. Itulah yang selalu saya tata saat ini. Semangat untuk mengikuti interview. Itu tidak mudah loh! Memupuk semangat untuk melakukan wawancara kerja di saat kita benar-benar membutuhkan kerja itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kadang-kadang setiap bangun pagi ada pikiran malas. Maunya tetap tidur dan berfikiran “Ahh…palingan juga cuma sampai tahap interview!”

Tapi kemudian, pikiran jelek yang menjurus ke arah putus asa menghilang dengan datangnya nasihat dari diri sendiri…. “Ayo Mei…FIGHTING!!! Tidak semua orang bisa mendapat panggilan interview loh! Lumayan, ada cerita tentang interview!”. Karena itulah, semangat untuk melanjutkan cuap-cuap di depan calon bos muncul seketika!

Jadi tema pekan ini adalah semangat wawancara!! Semangat interview!!!

Go go go…FIGHTING 🙂

Juventus, Campiano d’ Inverno 2011-2012 —–> Scudetto

Menaklukkan Atalanta di pekan terakhir paruh pertama dengan 2 gol membuat Juventus kokoh di puncak klasemen sementara serie A. Tetap capolista sekaligus menjadi juara paruh musim. Campiano d’ Inverno

Grazie Lichsteiner e Giaccherini 😉

Kelegaan telah saya hembuskan di paruh pertama musim ini. Semoga saja kelegaan ini bisa terus bertahan hingga akhir musim. Hingga scudetto benar-benar menjadi milik The Old Lady. Masih ada 18 pertandingan lagi. Pertandingan yang mungkin saja jauh lebih berat daripada paruh pertama karena sepertinya tim-tim lain memiliki ambisi untuk menjegal Juventus. Mereka pasti ingin memecahkan telur tak terkalahkan Juventus di serie A. Satu-satunya tim yang belum tersentuh kekalahan… Alhamdulillah… dan semoga saja rekor ini bisa bertahan lama.. kalau perlu hingga akhir musim… Hingga scudetto benar-benar menjadi milik The Old Lady 🙂

Ayo ayo Juve… terus pertahankan Lo Spiritto Juventus untuk Scudetto….. Tetap rendah hati di setiap pertandingan (nasehat untuk saya 😉 ), tetapi tetap semangat untuk menang!!!

Forza Juventus……. Ieri…Oggi… Domani… Sempre…..

Fighting For ‘WISUDA’

Tiba-tiba saja menemukan sesuatu’ dari beranda facebook salah satu teman. Gambar yang menohok sebenarnya, tetapi menyulut emosi semangat yang telah membara….

🙂 SEMANGAT!!!!

Harus yakin bisa! Tidak ada alasan batuk pilek, WISUDA harus SEMESTER INI!!! Tidak peduli minum kopi 10 kali sehari (sounds good 😉 ), WISUDA harus SEMESTER INI!!! Tidak peduli membaca buku-buku yang telah khatam beberapa semester lalu, WISUDA harus SEMESTER INI!! HARUS SEMESTER INI!!!

Ya Tuhan….. Lancarkan peperangan yang akan saya lakukan pekan depan. Lancarkan pula perang teman-teman saya!!!!

Ayo teman-teman semua….. FIGTHING!!!!!!

Please… Give Your Bless, God 🙂