Doa Pekan Ketiga Di Paruh Kedua Musim 2012-2013

Tidak peduli dengan hasil banding yang diterima klub asal Naples akan pembatalan pinalti 2 poin terkait skalndal pengaturan skor mereka. Tidak peduli dengan dibatalkannya skorsing pemain mereka. Tidak peduli dengan apapun yang sudah FIGC rencanakan terhadap dunia sepak bola di negeri Pizza. Tidak peduli dengan jalan pikiran mereka yang gila.

Bagi saya Juventus tetaplah juaranya.

Apapun rencana orang-orang yang membenci keberadaan La Vecchia Signora, cinta untuk Juventus selalu ada.

Menang Kalah tak peduli, Hitam Putih Selalu di Hati.

Ieri, oggi, domani, sempre… Forza Juventus!!!

Harapan agar Juventus selalu meraih 3 poin tetap yang utama. Lalu bermain apik di Eropa dan tampil sebagai juara. Plus memenangi laga coppa Italia. Kemudian menjadi terbaik di kompetisi antar club sedunia. Selebihnya adalah cinta!!!

Pekan ini, semoga 3 poin kembali menjadi milik The Old Lady (AMIN)

Fino alla fine, Forza Juventus!

Duel KPSI Vs PSSI = Sanksi FIFA

Sanksi FIFA untuk Indonesia kembali mengancam. Perkaranya masih sama. Masih seputar dualisme kepengurusan. Masih antara PSSI dengan KPSI. Masih antara Djohar Arifin dengan Agum Gumelar. Masih antara IPL dengan ISL. Entah antara apa dengan apa lagi atau siapa dengan siapa. Saya menjadi semakin bingung dengan dunia kulit bundar di Indonesia.

Bukan karena tidak cinta Indonesia, melainkan karena tidak tahu bagaimana caranya mencintai sepak bola kita. Bukan karena acuh pada nasib Garuda, melainkan karena tak tahu bagian mana yang harus saya banggakan dari ranah sepak bola kita. Jujur ya… pengetahuan saya akan skuad timnas itu bernilai 1 dari skala 0-100. Jika harus dibandingkan dengan pengetahuan saya akan punggawa Juventus, rasionya jauh. 1:99!

Ironi memang, karena harusnya saya lebih tahu siapa saja yang menjadi bagian dari TimNas. Tanyakan pada saya siapa pelatih TimNas Indonesia saat ini… jawaban saya adalah gelengan kepala. Suer! Pelatih TimNas Terakhir yang saya kenal hanyalah Alfred Riedl. Lainnya, saya tak kenal. 

Bukan salah saya jika saya jauh lebih mengenal tim yang jauh berada di benua lain daripada timnas sendiri. Awalnya tidak tertarik dengan dunia sepak Indonesia, lalu sekarang ditambah dengan perkara KPSI Vs PSSI yang tak kunjung selesai. Bagaimana bisa saya suka?

Saya memang tidak kenal timnas. Tidak mengenal para punggaanya. Tidak tahu sejarahnya dengan baik. Namun dukungan untuk TimNas akan selalu ada karena Timnas itu adalah Indonesia. Bagaimanapun carut marutnya organisasi TimNas, tetap saja merupakan bagian dari NKRI. Bagian dari bangsa dan tanah air beta. Karena itulah, jika FIFA benar-benar menjatuhkan sanksi dengan memblacklist TimNas dari keanggotaan FIFA maka saya berhak marah pada orang-orang yang berperan memunculkan sanksi tersebut.

Kalau memang benar menginginkan yang terbaik untuk Indonesia, kenapa harus ada sanksi FIFA?

Ketika Mereka Mencari Bang Napi FC

Seperti biasa, sebelum menekan-nekan si keyboard, saya selalu melakukan pengecekan di laman dashbord yang kemudian lanjut ke statistik pembaca. Dan seperti biasa pula, selalu ada keyword pengunjung yang aneh dan di luar dugaan.

Hari ini keyword di luar dugaan yang muncul itu adalah ‘Bang Napi FC’. Akhir-akhir ini saya sudah biasa membaca susunan huruf  B-A-N-G N-A-P-I FC melalui TL twitter. Tak ada yang spesial karena hampir setiap hari salah satu akun yang saya follow mengupdate berita-berita tentang Bang Napi FC. Si akun yang suka bola tapi membuat geregetan tapi gak bisa saya unfollow karena kadang-kadang twitnya membuat saya tertawa itu memang sangat sering meluncurkan serangan-serangan terhadap semua club sepak bola yang ada di dunia.

TAPI Sungguh keterlaluan…siapa sih yang tanya ke kakek gugel tentang Bang Napi FC?????

Ini  pasti gara-gara si akun twitter bola yang saya follow itu karena tak ada social media ataupun harian berita yang menelurkan nickname Bang Napi FC selain @my_supersoccer >.<

Dan parahnya ada yang menanyakan ‘Bang Napi FC’ pada gugel… Ya Tuhan… benar-benar penasaran siapakah mahkluk yang mengintrogasi gugel mengenai Bang Napi FC.

Benar-benar Keyword Kurang Ajar!!!!!! 😦

Siapapun dia yang mengetikkan ‘Bang Napi FC’ pada kolom pencarian gugel, semoga dibukakan pikiran dan mata hatinya bahwa club yang ia cari kejelasannya itu adalah club terbaik di dunia…. Club besar dengan rentetan sepak terjang yang menakjubkan! Sukur-sukur kalau si pencari ‘Bang napi FC’ menjadi cinta pada Juve setelah ia membaca keseluruhan beritanya.

Baru Up Date Tentang Kualifikasi AFC

Ya ampun… kenapa saya baru tahu ada pergelaran kualifikasi AFC? Bahkan saya tak tahu dengan pasti format kompetisi tim sepak bola antar negara se Asia tersebut. Tak tahu aturan-aturan yang berlaku. Tak tahu juga siapa pesertanya.

Saya orang mana sih?

Tiba-tiba saja semalam diajak nonton bareng.

Mei, nobar Indonesia yok

Saya yang memang tak tahu menahu maksud kawan saya itu spontan menyahut

“Hah? Memangnya ada even apa? Indonesia?

Teman Saya: “Kualifikasi AFC. Indonesia lawan Jepang

Saya: “ohhh….ada ya”

Ya Tuhan, kalau saja tingkat nasionalisme seseorang diukur berdasarkan pengetahuan mengenai tim sepak bola negaranya maka saya adalah termasuk yang sangat tidak nasionalis. Tak up date mengenai timNas, entah Garuda muda atau senior. Saya tahu bahwa Indonesia memiliki TimNas, tetapi jika dibandingkan dengan pengetahuan saya tentang TimNas negara-negara luar (red: Italia-Juventus) maka apa yang saya tahu tentang Garuda bernilai 4 dari skala 0-10. Ketika Piala Eropa dihelat sebulan yang lalu, saya hanya melewatkan satu pertandingan, dan itupun babak penyisihan antara tim yang reputasinya tak terlalu bagus. Tapi AFC…. digelarnya kapan saja saya tak tahu, bagaimana bisa mengikuti pertandingannya? 😉

Hihihihihihihii….. mau bagaimana lagi… saya cinta Indonesia, tapi saya juga cinta The Old Lady… terus gimana?

Malu sebenarnya ketika salah satu teman saya mengatakan;

Berarti lagu Indonesia Raya di playlistmu itu palsu! Kamuflase! Liga Djarum itu loh liaten! Ada ISL juga, biar kenal sama pemain Indonesia!

Aduh…saya jadi galau 😉

Baiklah…saya akan mulai belajar untuk mengenal pemain-pemain nasional, tapi saya tidak slah bukan jika tetap cinta La Vecchia Signora

Buat Garuda…tetap semangat ya…walaupun dihajar 5 gol oleh si Nipon, harus tetap percaya bahwa ada waktunya dimana garuda akan terbang tinggi. Saya janji akan nonton kalian saat melawan Singapura sebagai laga pamungkas kualifikasi 🙂

Cinta Ala Juventini

Seperti yang pernah saya tuliskan sebelumnya, Salah satu hal yang paling tak masuk akal di dunia ini adalah Cinta dan salah satu bentuk Cinta yang tak masuk akal itu adalah mencintai klub sepak bola, menjadi suporter setia atau bahkan fanatik.

He’em… menjadi suporter suatu klub sepak bola itu memang Gila. Tapi mau bagaimana lagi, namanya juga cinta! Satu bentuk kegilaan dari seorang suporter suatu tim adalah menjadikan anak atau keturunan atau siapapun orang di dekatnya ikut serta untuk menjadi pendukung tim tersebut, untuk menjadi GILA! Dan semua hal yang akan dilakukan seakan-akan harus berbau tim kesayangan.

Secara tidak sengaja saya menemukan foto-foto seorang ayah (persepsi saya) yang membawa serta anaknya ke stadion untuk menonton pertandingan. Mending kalo anaknya ngerti… Masalahnya adalah si anak masih tergolong balita dan bahkan bisa dibilang baby ;). Tidak hanya sekedar ‘membawa’ si anak, tetapi juga mendandani anak mereka dengan kostum tim kesayangan. Ekspresi ayah dan anak yang tampak pada kamera itu adalah bahagia. Tapi bisa saya pastikan bahwa bahagia antara keduanya tidaklah sama.

Si anak tertawa karena merasa senang berada diantara kerumunan orang-orang dengan aneka macam dandanan serta meniupkan terompet-terompet atau bunyi-bunyian sejenisnya. Namanya juga anak kecil… Mereka pasti senang dengan keramaian bukan? Sementara itu, ekspresi si ayah adalah bahagia karena GILA 🙂

Salah? TIDAK! Siapa yang bisa menghakimi si ayah?

Bahkan secara subjektif saya berani mengatakan bahwa kelakuan sang ayah itu wajar. Kalau saya yang menjadi si ayah, saya pun akan bersikap begitu. Membawa serta anak saya ke setiap pertandingan Juventus yang saya datangi dengan mendandani si anak dengan segala sesuatu yang berbau The Old Lady! Meskipun si anak tidak mengerti, tetapi saya fikir hal itu adalah salah satu cara untuk membiasakan si anak menjadi Juventini sejak kecil. Sama halnya orang tua yang mengajarkan budi pekerti saat anak mereka masih bocah. Namanya juga Juventini, gak mungkin lah mendoktrin anak untuk menjadi suporter selain Juventus…. Lebih baik tak usah menjadi suporter, daripada menjadi pendukung tim selain juventus! 😉

Tidak hanya Papa pada gambar yang saya colong dari situs Juventus itu yang Gila, saya pun demikian. Sama gilanya dengan si Papa. Saat sidang TA kemarin, tema yang saya usung adalah pinky. Mulai dari kostum, slide yang akan saya presentasikan, naskah yang saya bagi, map naskah, sampai masalah konsumsi pun berhubungan dengan warna pink. Bukan karena saya tergila-gila pada warna pink, melainkan karena saya menggilai Juventus.

Musim ini, jersey (kostum) tandang Juventus berwarna pink dimana setiap mengenakan jersey tersebut Juventus tak hanya bermain apik tetapi juga dilingkupi oleh keberuntungan. Karena itulah saya memilih pinky sebagai tema sidang TA saya beberapa hari lalu. Saya berharap saya dapat tampil optimal plus beruntung seperti saat Juventus bertanding dengan jersey pinknya.

Sayapun kerap kali memilih tanggal 27 untuk melakukan sesuatu yang tidak biasa. Misalnya presentasi kelas, saya selalu berusaha untuk presentasi pada tanggal 27. Dan saat sidang TA kemarinpun saya sengaja memilih tanggal 27. Demikian halnya ketika hendak melakukan seminar proposal… saya memilih tanggal 27. Jika ada yang tanya kenapa harus 27? Jawabannya adalah karena (secara resmi) Juventus sudah 27 kali meraih scudetto, juara serie A liga Italia (Meskipun saya dan semua Juventini tetap berpendapat Scudetto Juventus adalah 29——>Secara tidak resmi *yang bukan pecinta Liga Italia dan gak ngerti tapi pengen ngerti, tanya mbah gugel!! 😉 ).

Masuk akalkah? Tidak Juga……Namanya juga Cinta 🙂

Ahh… it’s always about Juventus…..