Kisah Antara Eksplan-Kalus-Plantlet


Fase ini seperti kalus… Amorf dan tak berwujud

Tak ada sistem koordinasi antar sel karena hanya dilingkupi oleh sel-sel sejenis..

Tak ada bentuk pastinya… bahkah tak bisa ditentukan akan membentuk apa… atau bahkan hanya bertahan menjadi gundukan sel

Tetap hidup, namun tak bernyawa… dan menunggu suatu senyawa untuk menjadikan sesuatu yang bisa dikagumi

Terkadang rasanya seperti sepotong eksplan

Tergeletak di atas media yang belum pasti bisa menciptakan kehidupan

Ingin bergerak, tapi selalu terhalang oleh dinding kaca dengan atap kedap udara dan air

Kalaupun bisa sedikit bernyawa, paling-paling hanya menjadi gerundelan kalus yang lagi-lagi tak punya banyak asa

Hidup bergantung pada mereka yang memiliki tangan-tangan perkasa dan kelihaian khusus

Dipindahkan dari satu botol ke botol yang lain

Seandainya sampai pada fase akhir yang dikatakan plantlet… tantangan barupun bermunculan..

Ketergantungan secara berbulan-bulan perlahan-lahan diganti dengan suatu cara yang dinamakan aklimatisasi..

Jika alam mau bersahabat, hiduplah menjadi sosok yang mungkin bisa bertahan hingga puluhan tahun

Tapi jika alam menolak melepaskan kemanjaan ini, yang ada hanya cekaman yang tak kunjung usai..

Lalu, habislah sudah…

Advertisements
By meirina Posted in Poetry

One comment on “Kisah Antara Eksplan-Kalus-Plantlet

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s